JAKARTA, DDTCNews – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian dan arah kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pertumbuhan ekonomi, investasi, swasembada pangan dan energi, hingga pengelolaan kekayaan negara. Menurutnya, perekonomian Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok.
“Ekonomi tumbuh 5,61% pada kuartal I/2026 dan 5,45% pada semester I/2026. Sementara itu, realisasi investasi juga mencapai Rp1.010 triliun pada semester I/2026 dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja,” katanya.
Dari sisi ketahanan ekonomi, Prabowo menekankan capaian swasembada pangan dan energi. Pemerintah, menurutnya, telah mencapai swasembada 8 komoditas pangan.
Pengelolaan dan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) juga menjadi salah satu sorotan utama. Menurut Prabowo, pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah BUMN nantinya paling banyak 300 pada akhir 2026.
Prabowo juga menyoroti peningkatan kontribusi BUMN. Keuntungan BUMN disebut mencapai Rp326 triliun pada 2025, naik 75,3% dari 2024. Setoran dividen BUMN pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun.
Dia juga menyebut dividen BUMN pada 2026 diprediksi mencapai Rp200 triliun tanpa adanya penyertaan modal negara (PMN). Dia pun mendorong agar keuntungan BUMN dan pengelolaan kekayaan negara memberikan nilai tambah yang lebih besar melalui hilirisasi.
Di sisi penggunaan sumber daya negara, Prabowo menegaskan kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Program yang dimaksud di antaranya seperti Makan Bergizi Gratis (BMG), pembangunan sekolah, perlindungan sosial, perumahan, pembangunan koperasi desa, serta penguatan konektivitas disebut sebagai bagian dari upaya tersebut.
Pertama-tama, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan YME. Atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD dan DPR Tahun 2026 dalam keadaan sehat, damai, dan penuh semangat pengabdian.
Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan saudara Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya.
Untuk menunaikan janji-janji yang saya telah ucapkan, dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan 4 pedoman utama:
Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. The core and vital national interests. Hal ini termasuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Ketiga, kami bekerja untuk selalu mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja, kami selalu beriorientasi kepada kepentingan rakyat, kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.
Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan Majelis ini. Saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan; apa yang mulai kita lihat hasilnya; dan apa yang masih harus kita selesaikan.
Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum.
Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan.
Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan.
Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
Demikian kerasnya Menteri-Menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang operasi, ada yang pingsan, ada yang kecapekan.
Demikian bukti kesungguhan dari Pemerintah yang saya pimpin, dari kabinet yang membantu saya. Menurut pembantu-pembantu saya, dalam kalender saya, tidak ada hari merah. Kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan.
Tugas dari rakyat adalah kehormatan, yang mulia bagi kita, kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya, habis-habisan untuk rakyat kita.
Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun. Di tengah dunia saat ini, yang sangat khawatir dengan kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu.
Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan bahwa soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita dalam keadaan aman. Kita mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El-Nino.
Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20%. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Tetapi pada saat yang bersamaan, volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita. Rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk.
Karena itulah, produksi meningkat, kita juga lebih cepat swasembada pangan. Pada saat bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia naik 252,8%.
Ini akibat kerja tim yang membantu saya. Menteri pertanian dan jajarannya, didukung banyak kementerian lain, pemda, TNI-Polri. Semua ini dengan semangat gotong-royong. Kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui dunia.
Dan karena itu tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Kita mungkin belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan. Insyaallah akan kita capai 4-5 tahun ke depan.
Janji swasembada energi, sekarang sudah kita mulai wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar dengan kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit. Sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar U$9,5 miliar yang tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri.
Saudara-saudara sekalian.
Janji makanan bergizi, bantuan sosial digital, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas. Semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat.
Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat.
Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah negara dan sebuah cita-cita: Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur; Indonesia yang kekayaannya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak lagi hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.
Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat.
Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini dari pada mewariskan masalah yang lebih berat dan lebih rumit kepada generasi penerus kita.
Saudara-saudara sekalian,
Pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri. Republik ini dibangun oleh kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh rakyat Indonesia.
MPR RI terus menjalankan perannya sebagai Rumah Kebangsaan, memperkuat literasi konstitusi serta merawat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan. Demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang pada semua pasal-pasal di Undang Undang Dasar kita, termasuk Pasal 33 serta Pasal 34.
DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 rancangan undang-undang sampai bulan Juli 2026. Salah satunya Undang-Undang 2/ 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga, pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki martabat dan setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan.
DPD RI telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi dan membawanya ke dalam dialog dengan Bappenas sebagai masukan bagi Rencana Kerja Pemerintah 2027. DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini memasuki pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah.
Mahkamah Agung pada tahun 2025 menangani 38.148 perkara dan memutus 37.973 perkara, dengan produktivitas 99,54%. Sebanyak 96,74% perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 bulan. Ini adalah capaian ketepatan waktu minutasi tertinggi sepanjang sejarah Mahkamah Agung.
Sesungguhnya, keadilan yang terlambat adalah ketidakadilan yang dipanjangkan.
Mahkamah Konstitusi sepanjang 2025 menangani 701 perkara dan permohonan, termasuk 334 perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Sebanyak 598 perkara dan permohonan telah diputus.
Sampai dengan 23 Juli 2026, sebanyak 84,51% permohonan ke MK diajukan secara daring sehingga warga dari Aceh sampai Papua tidak harus selalu datang ke Jakarta.
BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun.
Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions, INTOSAI periode 2028–2031, dan anggota United Nations Board of Auditors periode 2026–2032.
Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial mengusulkan sanksi kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat.
Kita menjaga kemandirian hakim. Kita tingkatkan taraf hidup hakim. Tetapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim.
Saudara-saudara, mengenai masalah hakim, Pemerintah telah berhasil menaikkan renumerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling junior, penghasilan mereka telah naik 280%. Sekarang penghasilan hakim kita berada di atas rata-rata ASEAN. Penghasilan Ketua Mahkamah Agung kita lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura.
Kita harus memperkuat yudikatif kita, kita harus memperkuat lembaga-lembaga yudikatif. karena mahkamah kita adalah benteng terakhir, benteng terakhir rakyat mengharapkan keadilan. Bahwa supremasi hukum dan keadilan tidak hanya untuk orang yang kuat, tapi untuk rakyat yang paling tidak berdaya harus bisa mendapat keadilan di mahkamah-mahkamah kita, pengadilan-pengadilan kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus mandiri. Kita tidak boleh bergantung pasukan-pasukan dari luar. Kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah jelek, kita tetap harus survive.
Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada Pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Pada semester pertama 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61%, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45%. Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, rasional, menggunakan akal sehat. Saya yakin ekonomi kita bisa tumbuh sampai 6%. Tetapi saya tegaskan: pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat.
Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat. Itulah orientasi Pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, tidak boleh ada kelaparan ada di bumi Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,
Bangsa yang kuat harus mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, dan aturan yang berbelit-belit.
Kami tidak menyalahkan siapa pun. Tapi kita harus berani menghadapi kenyataan. Karena itu kami mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui birokrasi masih berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja efisien.
Birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarga dan kelompoknya. Ini harus kita berantas. Bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang, era digital, era informasi.
Tidak ada gunanya kita tutup-tutupi, justru harus kita selesaikan masalah ini. Ini memerlukan persatuan dari pemimpin dan kelompok politik. Karena birokrasi yang tidak efisien, korup akan menghancurkan suatu bangsa.
Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Kalau saya bicara, tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengarkan suara rakyat, mereka yang pertama akan menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat.
Hari ini hadir bersama kita Bapak Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani.
Dengan air, teknologi, dan pupuk yang disediakan oleh Pemerintah, ia mampu panen 3 kali setahun dengan produktivitas sampai 9 ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20% ikut memangkas biaya produksinya.
Ketika kita berbicara tentang pupuk, kita berbicara tentang pendapatan petani, harga pangan, dan kedaulatan bangsa. Mari kita berikan tepuk tangan kepada Pak Joko dan seluruh petani Indonesia. Para pahlawan dan produsen pangan bagi rakyat Indonesia.
Kita boleh punya tentara yang hebat, pesawat yang canggih, kalau tidak ada makanan saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa.
Kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN pangan, koperasi, dan seluruh unsur bangsa telah menghasilkan capaian besar. Terima kasih atas kerja sama dan gotong royongnya selama ini.
Kita telah hasilkan capaian yang besar. Kita juga harus menyadari bahwa bangsa kita mampu mencapai hal-hal besar, jangan kita rendah diri, jangan selalu kita kalah sebelum bertarung.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan. Dan dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian cukup membanggakan. Kita masih swasembada bawang putih, kita akan berjuang dalam 3 tahun ke depan. Daging sapi juga belum. Daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah.
Pada dasarnya, untuk protein, kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, telur, dan ayam.
Kita sekarang swasembada beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah.
Saudara-saudara,
Selain itu, kita juga punya capaian-capaian di sektor-sektor lain. Saat ini, kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi pelabuhan, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial.
Hari ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Target kita, 1.386 Kampung Nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.
Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar US$34 miliar. Baru 5 persen yang bisa kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain, tanpa izin kita.
Kita harus membangun armada kapal ikan modern, belasan bahkan puluhan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita akan mulai. Pada tahun 2027, kita targetkan akan memiliki lebih dari 1.582 kapal ikan modern.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam rangka memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, kita juga membangun koperasi desa merah putih. Hari ini kita telah berhasil mendirikan 10.000 koperasi desa merah putih, 3.300 di antaranya beroperasi optimal. Target akhir tahun 2026, harus 30.000 berdiri dan beroperasi dengan baik
Dengan koperasi merah putih ini, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, negara akan menguasai rantai pasok sendiri. Sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar.
Kita tidak antipasar. Tidak bisa kita antipasar. Ekonomi dibesarkan atas bergeraknya pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar. Dan karena itu, rakyat harus kita bantu. Kita harus organisir, kita berdayakan melalui koperasi.
Koperasi yang dibantu, yang diperkuat, yang diberdayakan. Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui koperasi merah putih. Sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan.
Subsidi adalah uang rakyat. Barang yang disubsisi, disubsidi oleh rakyat dan bukan barang dagangan.
Saudara-saudara sekalian
BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa.
Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya, bahkan ada cicit perusahaan. Ini luar biasa. Dan BUMN-BUMN ini bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa dan negara. Pemerintah tidak dianggap, saya tidak paham kenapa bisa terjadi seperti ini.
Mungkin harus kita bentuk pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang. Tapi saya juga akan menghadapi majelis, DPR, kita juga berikan peluang atau amnesti khusus untuk mereka yang tobat, sadar, mengakui. Nah ini kita serahkan kepada wakil rakyat untuk memutuskan. Kalau saya laporkan semua, saya takut rakyat marah.
Saudara-saudara sekalian, terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporan tapi untung. Ngarang itu untungnya. Kita kena masalah karena banyak negara asing yang juga kerja sama dengan BUMN kita. Kita harus hilangkan permainan-permainan ini.
Tapi saya dengan bangga, hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun 2026 ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. Sebanyak 750 BUMN lebih akan kita tutup.
Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar Rp50 triliun. Ini hanya dari gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, dan lainnya.
Target kita 31 Desember 2026, kita harus menghemat lebih dari Rp70 triliun. Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun, berapa puskesmas yang bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah yang bisa kita berikan untuk rakyat.
Untuk itu, saya memberikan penghargaan khusus kepada pimpinan Danantara, dan seluruh tim atau jaringannya. Berikan tepuk tangan. Tepuk tangan juga untuk tim pertanian, tim ekonomi, menteri keuangan, menteri koordinator ekonomi.
Kalau menteri keuangan senyum, saya merasa aman. Kalau saya umumkan subsidi tambah, mengkerut beliau.
Saudara-saudara sekalian,
Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Saya telah minta panglima TNI dan Polri untuk usut, masa 1.000 tambang ilegal tidak tahu. Kapolri dan panglima TNI usut. Untuk apa negara kasih pangkat atau jabatan tapi tidak bisa tertibkan ini.
Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anggotanya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayangi, yang baru kita kasih bintang, naikkan pangkat, harus kita tindak. Tapi atas demi bangsa, harus kita lakukan.
Saya sadar, saya disumpah di sini. Saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan atas dasar kepentingan rakyat Indonesia. Untuk itu, saya minta benar-benar, panglima TNI dan kapolri untuk usut. Tidak mungkin 1.000 tambang berjalan ilegal, tanpa pejabat kepolisian. Menteri keuangan juga untuk usut Bea Cukai juga. Bakamlah juga kenapa masih banyak penyelundupan.
Kita menantang mereka untuk berbuat yang terbaik. Mereka anak-anak kita, tapi kita harus berani tegakkan kebenaran. Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka tidak bodoh tapi pintar, mereka sudah punya gadget semua.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam 6 bulan pertama tahun 2026, keuntungan bersih PT TIMAH naik 804,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Karena PT TIMAH ialah tbk, valuasinya naik 280% di bulan Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.
Mungkin yang punya saham di PT TIMAH, berarti kekayaannya naik 300%. Sayang, kepala Danantara tidak memberikan proyeksi, kalau tidak kita borong itu saham PT TIMAH.
Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%, untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%, untung bersih PT Pertamina naik 86%, untung bersih Pegadaian naik 84,4%, untung bersih Pelindo naik 60,4%, dan untung bersih PTPN naik 54,4%.
Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang puluhan pesawatnya di-grounded, akhirnya telah berhasil me-reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Per Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, menjadi 104 pesawat.
Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan. Kalau tidak terjadi perang di Timur Tengah, kita sesungguhnya Juli ini sudah bisa melihat Garuda Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap awal 2027, mereka sudah bisa untung.
Saya juga sudah ingatkan di sini, saya tidak mau toleransi permainan angka. Kita harus dapat angka-angka yang benar, yang tepat. Walaupun kadang-kadang pahit. Keuntungan BUMN tahun 2024 telah kita koreksi menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun.
Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3% persen dari 2024. Uang Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka.
Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67% dari tahun 2024.
Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama.
Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Tahun 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, atau naik 160%.
Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan 4x lebih besar.
Ini membuktikan, dengan manajemen, akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan cepat. Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pimpinan Danantara pantas mendapatkan bintang kehormatan di suasana kemerdekaan ini.
Keuntungan BUMN sekarang gunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara, kita sudah ground breaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada 29 April 2026.
Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminum ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai.
Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk percepat upaya downstreaming kita dengan upstreaming. Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, pengalaman mereka sehingga nanti ekonomi kita akan kuat.
Saudara-saudara,
Sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak. Dengan itu, kita bisa mendapatkan teknologi cloning. Dengan cloning, kita perbanyak ternak.
Kita juga membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri sendiri, tetapi disimpan, diperdagangkan, dan memberi nilai tambah di negeri sendiri.
Hari ini Bank Emas di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun, atau US$20 miliar. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.
Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak sawit mentah Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, atau dalam bahasa teknisnya secara FOB, dijual sekitar Rp15.000 per kilogram.
Sementara itu, harga di bursa CPO Rotterdam, Belanda, harganya Rp27.000 per kilogram. Artinya, sesungguhnya kita telah hilang hampir 50% nilai komoditas kita. Karena itu, pada 20 Mei 2026, di aula terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI sebagai pintu tunggal yang memproses ekspor milik Indonesia.
Saya ulangi, bukan satu PT yang menguasai komoditas dan mengekspor, tidak. Sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal? Berapa ton yang dilaporkan di kertas? Berapa yang sampai ke tujuan ekspor? Kita tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan laporan di negara tujuan.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dalam waktu 2 bulan 13 hari, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar dari hanya tiga komoditas strategis saja.
Lebih dari 6.500 transaksi ekspor 3 komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan US$5 miliar dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas, dan pembayaran devisa hasil ekspor. Bayangkan dalam waktu yang akan datang, semua komoditas kita akan dimonitor dan dikelola DSI, berapa devisa yang masuk ke negara?
Selanjutnya, DSI akan meningkatkan pengawasannya meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, dalam waktu dekat, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga.
Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil. Ini bukan sikap negara yang pandai.
Barang kita milik kita, orang lain yang tentukan harganya. Ini melanggar prinsip-prinsip ekonomi dan pasar. Pihak-pihak seperti rating agency atau lembaga keuangan menilai DSI adalah langkah yang positif buat kita. Kita menghargai semua masukan. Tapi kalau kita yakin di jalur yang benar, kita terus bekerja.
Saudara-saudara sekalian,
Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, perajin, perempuan kepala keluarga, dan anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung halaman.
Kita ingat waktu krisis 98, bank tutup, perusahaan besar bangkrut tapi ekonomi kerakyatan tetap kuat, kokoh. Yang menyelamatkan kita ialah UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Karena itu konektivitas antar desa harus baik. Tahun ini, kita telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI, dan 874 jembatan desa yang dibangun oleh Kepolisian. Target kita pada akhir tahun ini, selesai 5.000 jembatan desa.
Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan, atau harus berjalan berjam-jam ke sekolah. Tidak boleh lagi terjadi.
Kami berharap para gubernur, bupati, camat, kepala desa, semuanya untuk mengecek desa-desanya, di mana lagi yang membutuhkan jembatan desa. Laporkan. Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pusat yang akan mengatasi. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita juga tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka.
Kita juga mencari dan membangun titik-titik air bersih untuk desa-desa kita. Banyak rakyat kita yang tidak punya akses air bersih, harus berjalan berkilo-kilo untuk ambil 1-2 jerigen. Untuk minum, mandi, wudu, belum lagi air untuk ternak mereka, tanaman mereka.
Di 8 bulan pertama tahun 2026, sudah 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI.
Kita juga membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat desa. Per hari ini, sudah 10.000 Koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 Koperasi telah beroperasi secara optimal. Sisanya sedang masa penyesuaian.
Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada dan sudah berjalan. Stok sudah bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat. Koperasi sudah bisa menjadi offtaker. Koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat.
Koperasi sudah punya angkutannya sendiri, sehingga tidak tergantung kepada pihak ketiga. Ini pertama kali dalam sejarah Indonesia, bahwa koperasi dibantu dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri.
Tak ada lagi panen yang rusak karena tidak ada yang mau beli, tak ada truk yang bisa ambil panen tersebut. Mangganya rusak, rambutan rusak, tomat rusak, wortel rusak, insyaallah rakyat kita akan bantu.
Target kita, 30.000 koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Kita cantumkan target kita dengan tinggi. Kita ingat kata-kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalau tidak berhasil, kamu jatuh di antara bintang-bintang.
Target harus tinggi, bekerja keras, insyallah sampai. Kalau saya target 12.000, nanti sampainya 11.000, kalau 30.000 sampainya 29.000, ini prestasi.
Saudara-saudara sekalian,
Kekuatan ekonomi kita ada di UMKM, kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya mendapat 80% dari penghasilan mereka, karena aplikator minta 20%.
Tapi dengan rekomendasi Pemerintah, para pengemudi sekarang mendapatkan 92% dari hasil mereka, dan banyak pengemudi sekarang melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang 2x, ada 3x lebih tinggi.
Kita juga menggerakkan ekonomi hijau. Sistem Registrasi Unit Karbon akan kita berlakukan untuk pertama kali di Indonesia. Bursa nilai ekonomi karbon juga telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia.
Hutan yang kita jaga, hutang lindung, semua hutan. Artinya emisi karbon, kita kurangi. Untuk itu, bangsa-bangsa yang keluarkan emisi besar, mereka bersedia bayar kita. Inilah saudara-saudara, ekonomi hijau harus memberikan manfaat dan menciptakan nilai bagi rakyat Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,
Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia.
Kita memulai dari hal paling dasar yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar.
Mungkin sebagian di antara kita tidak pernah merasakan anak-anak yang tidak makan pagi hari ini. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi, dan kita laksanakan program MBG untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25%.
Satu dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting. Sel otak, otot, tulang tidak berkembang baik. Untuk jadi buruh saja, mereka mungkin tidak sanggup. Untuk jadi petani, mereka juga tidak akan sanggup. Kita tidak boleh menerima 1 dari 4 anak Indonesia alami stunting. Untuk itu, saya bertekad teruskan program MBG, tapi dengan perbaikan dan efisiensi.
Saya menilai mereka yang mau korupsi dari anak-anak ini. Ini orang-orang biadab, tidak pantas dihormati. Saya menilai korupsi ini tidak ada nilai kemanusiaan.
Hari ini hadir bersama kita Kristina Beno, siswi kelas 6 sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan. MBG bantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah.
Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat sederhana. Bagi Kristina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG setiap hari, satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar, protein untuk tumbuhkan badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat.
Mereka dapat belajar, dan mereka dapat berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Mari kita berikan tepuk tangan kepada Kristina dan seluruh anak Indonesia, semua ibu-ibu yang sedang hamil, dan semua orang tua lanjut usia.
Namun memberikan makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik.
Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Tahun lalu kita perbaiki 16.167 sekolah, tahun ini kita perbaiki 71.744 sekolah. Kita perbaiki sekolah di Miangas, pulau paling utara Indonesia, di Sabang, pulau paling Barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia.
Kita juga membagikan layar pintar interaktif atau IFP untuk semua sekolah di Indonesia. Tahun lalu kita berhasil bagikan 1 layar setiap sekolah. Tahun ini kita akan bagikan tambahan 3 layar setiap sekolah. Artinya nanti setiap sekolah akan memiliki 4 ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif.
Artinya, mereka Dengan layar-layar ini kita hadirkan guru-guru terbaik, untuk mengajar sains, matematika, teknologi dan juga para native speakers, untuk belajar bahasa asing. Anak-anak Indonesia harus menguasai bahasa asing dari kecil.
Kemampuan berbahasa penting, agar anak-anak kita punya kemampuan bekerja di mancanegara dan bekerja di Indonesia menghadapi warga negara asing. Mengejar kehidupan yang baik, gaji cukup, dapat mengirim devisa dan bantu keluarganya di Indonesia.
Banyak negara sekarang sangat kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, Eropa, membutuhkan tenaga kerja kita. Orang Indonesia dikenal ramah, ulet dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan di sana, bantu mereka, menjadi perawat, menjadi operator alat-alat, menjadi supir bus, dengan upah belasan bahkan puluhan juta rupiah sebulan.
Saudara-saudara sekalian, kita juga membangun sekolah rakyat, sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya. Dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru dan lingkungan yang aman.
Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi.
Hari ini 93 sekolah rakyat permanen sudah kita buka. Nantinya... eh sekolah rakyat rintisan sudah 182 dan nantinya semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat. Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki.
Rizki pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Bayangkan. Rizki berdiri lagi. Rizki berdiri lagi. Nah. Bayangkan badan seperti ini naik sepeda tiga... membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau Rizki, kau anak yang baik. Ia sempat putus sekolah dan waktu masuk sekolah rakyat, ia belum lancar membaca dan belum bisa menghitung dengan baik.
Hari ini Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak, saudarasaudara sekalian.
Saya yakin Rizki kau akan menjadi pribadi yang kuat. Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas empat sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang.
Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten. Citra... umurmu berapa Citra? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagilah kau boleh pacaran.
Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu ya. Jadi enggak ada yang berani nanti main-main sama kau ya. Kemarin Sekolah Rakyat di Makassar berhasil menang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah dan Sosiologi.
Juga ada Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang berhasil terpilih menjadi Paskibraka Nasional. Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberikan kesempatan, diberikan fasilitas, diberikan bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi. Rizki, Citra dan seluruh siswa-siswi rakyat, sekolah rakyat di mana pun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua.
Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan, saudara-saudara sekalian. Mari kita beri tepuk tangan kepada anak-anak siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Saudara-saudara sekalian, adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu bagi anakanak kita yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa, kita juga telah selesaikan pembangunan empat SMA Unggul yaitu SMA Garuda di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan dan Timor Tengah.
Dan sudah ada lebih dari 20 SMA Unggul Garuda transformasi. Jadi sekolah yang sudah ada, mereka daftar, ikut dalam kurikulum SMA Unggul Garuda. Apa yang membedakan? Karena SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia.
Dan kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia.
Saudara-saudara, Sekolah Unggul Garuda transformasi tadi saya salah bukan 20, sudah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi. Terdiri dari 12 sekolah tahun 2025 dan 30 sekolah tambahan pada tahun 2026.
Kita juga sekarang melalui Kementerian Pertahanan telah memiliki lima SMA Taruna Nusantara yang baru di Cimahi, Malang, Pageralam, IKN dan Minahasa. Yang sudah beroperasi, yang sudah menjalankan tahun sekolah. Tentunya yang pertama di Magelang.
Kepolisian RI dan LPKTB juga telah selesai membangun satu kampus SMA Taruna Bhayangkara. TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan. Itu yang kita inginkan. Kompetisi baik dalam kebaikan. Kalau saya puji TNI, Kapolri agak resah. Saya puji Kapolri, TNI agak resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Jadi mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi.
Saudara-saudara sekalian dengan kurikulum internasional yang kita jalankan, jumlah siswa S1 yang kita kirimkan ke kampus-kampus terbaik dunia dengan Beasiswa Garuda sudah mencapai 416 mahasiswa di tahun 2025, 515 di tahun 2026.
Di dalam negeri kita terus tingkatkan kualitas kampus-kampus kita. Tahun ini tujuh Perguruan Tinggi Negeri kita berada dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia. Dan ini harus kita perbaiki lagi. Universitas Indonesia berada dalam peringkat 191. UGM, ITB dan Universitas Airlangga berada dalam kelompok 300 besar.
Sedangkan IPB, Universitas Padjadjaran dan ITS berada di kelompok 500 besar ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat.
Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program cek kesehatan gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada tahun 2025 tercatat 70,2 juta peserta, dan sampai akhir bulan Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode. Kita menghendaki ini harus lebih baik lagi.
Tapi ada sementara rakyat kita yang takut cek kesehatan, takut ketahuan sakitnya apa. Mungkin anggota DPR RI juga termasuk belum cek kesehatan. Rata-rata gulanya pasti tinggi, apalagi orang Jawa Tengah itu. Layanan cek kesehatan gratis sekarang tersedia di 10.255 Puskesmas pada 38 provinsi.
Pemerataan pelayanan juga terus kita lakukan. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Hari ini 20 rumah sakit umum daerah baru telah kita bangun, sudah operasional.
Negara juga telah menanggung penuh iuran jaminan kesehatan nasional bagi 96,8 juta warga Indonesia yang tidak mampu. Mungkin JKN kita ini salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua Puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.
Menurut data Kementerian Kesehatan, 474 kabupaten kota butuh tambahan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi, dan 481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis. Terutama di kabupaten kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia Timur.
Untuk itu selama 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita.
Saudara-saudara sekalian, untuk itu kita harus mencari solusi. Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis dan dokter-dokter gigi dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu,
Saudara-saudara sekalian.
Perlindungan sosial kita sadari harus semakin tepat sasaran, mudah, dan bermartabat. Per hari ini digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk program PHK dan PKH.
Telah berjalan di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar atau lebih dari 50% keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional.
Sebelumnya, keluarga tidak mampu harus mengeluarkan Rp150.000 untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75 sampai 200 hari, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam.
Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara. Digitalisasi pada program perlindungan sosial harus kita terus perluas pada semua program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan juga subsidi.
Sebagai implementasi agenda Pro-Kesra terintegrasi. Juga untuk meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor.
Ia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya. Hadir pula Ibu Margaretha Lita Roy dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial atensi berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya.
Negara hadir bukan untuk mengganti kerja keras rakyat, negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia. Saudara-saudara sekalian, sebagaimana tadi disinggung oleh Ketua DPD RI, dan sebagaimana berkali-kali saya sampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah long march. Suatu perjuangan panjang.
Apa yang kita bisa lakukan sekarang kita tingkatkan, kita perbaiki, kita tambah, tapi dirintis oleh presiden-presiden dan pemimpin-pemimpin sebelum saya. Banyak program perlindungan sosial dirintis oleh Presiden SBY, oleh Presiden Jokowi. Saya meneruskan apa yang mereka rintis.
Semua yang kita alami, hasil dari kepemimpinan Bung Karno, kepemimpinan Pak Harto, kepemimpinan Pak Habibie, kepemimpinan Gus Dur, kepemimpinan Ibu Megawati, sekarang kita teruskan.
Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar dan keluarga bertumbuh. Tahun 2026 sampai 30 Juni pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya, bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah.
Ini masih jauh dari sasaran kita. Kita harus bekerja keras untuk tambah. Juga kita telah bantu pembelian rumah murah dengan program FLPP dan sekarang sudah menjangkau hampir 100.000 rumah. Kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
Hadir bersama kita hari ini Ibu Telma Humena dari Kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding lantai dan atap yang rusak. Melalui BSPS keluarganya dapat memperbaiki rumah itu.
Kita akan sekarang mencari langkah-langkah untuk menambah perbaikan rumah. Hadir juga Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari pasar ke pasar malam hari. Bertahun-tahun hidup di rumah kontrakkan. Melalui KPR subsidi FLPP Pak Andre kini memiliki rumah sendiri.
Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan martabat dan masa depan. Saudara-saudara sekalian, 81 tahun yang lalu para pendiri mewariskan kepada kita sebuah republik.
Republik ini tidak didirikan agar negara sekadar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri. Agar rakyat merasa pemerintah ada di sampingnya. Tugas kita bukan sekadar menjaga republik itu tetap berdiri, tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa.
Republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita buktikan kepada dunia, kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan.
Terima kasih Ketua MPR, terima kasih Ketua DPD RI selalu dibicarakan persatuan, persatuan, persatuan. Dari Bung Karno selalu bermimpi persatuan Indonesia. Kita berbeda. Dari dasinya saja kita lihat kita berbeda. Tapi satu cinta Merah Putih.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga Tuhan Maha Besar melindungi bangsa Indonesia (Amin), menghadapi masa-masa yang sulit (Amin) dengan optimis, dengan gembira, dengan keberanian.
(Amin). Merdeka! (Merdeka!) Merdeka! (Merdeka!) Merdeka! (Merdeka!)
