VLADIVOSTOK, DDTCNews — Presiden Prabowo Subianto mendorong pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara-negara Eurasia, yakni Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA).
Dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF), Prabowo meminta negara-negara Eurasia untuk segera merampungkan prosedur internalnya masing-masing agar perjanjian dagang dimaksud dapat segera diberlakukan.
"Indonesia ingin perjanjian ini berlaku dan digunakan sesegera mungkin setelah pertukaran notifikasi memungkinkan. Saya mengajak setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya sehingga kita dapat segera memanfaatkan perjanjian ini," katanya, dikutip pada Minggu (6/9/2026).
Indonesia-EAEU FTA telah ditandatangani oleh Indonesia bersama negara-negara Eurasia, yakni Rusia, Kazakhstan, Belarusia, Armenia, dan Kirgizstan, pada 21 Desember 2025 di St Petersburg.
Indonesia sendiri tercatat telah meratifikasi perjanjian perdagangan tersebut melalui penetapan peraturan presiden (perpres) pada Juli 2026.
Indonesia-EAEU FTA mencakup lebih dari 90% barang yang diperdagangkan antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasia. Secara terperinci, terdapat 11.882 pos tarif yang memperoleh penghapusan atau pengurangan bea masuk.
Dengan diberlakukannya Indonesia-EAEU FTA, produsen dari Indonesia akan memperoleh akses untuk memasarkan produknya ke 5 negara anggota Eurasia. Sebaliknya, produsen dari negara anggota Eurasia juga berkesempatan untuk memasarkan produknya kepada 290 juta konsumen di Indonesia.
Indonesia sendiri berharap Indonesia-EAEU FTA dapat mulai diberlakukan pada awal 2027.
Guna mempersiapkan pemberlakuan Indonesia-EAEU FTA tersebut, Prabowo mendorong pelaku usaha Indonesia untuk menyiapkan pengiriman perdana, menemukan pembeli, memastikan jalur logistik, serta menyiapkan mekanisme pembayaran yang sesuai dengan Indonesia-EAEU FTA. (rig)
