JAKARTA, DDTCNews — Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup 1.999 dapur makan bergizi gratis (MBG) atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sepanjang tahun berjalan ini.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan penutupan tersebut dilakukan lantaran dapur yang dimaksud belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Padahal, BGN telah menegaskan bahwa SLHS menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi SPPG.
"Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan MBG," katanya, dikutip pada Kamis (10/9/2026).
Sudaryono menuturkan 1.999 SPPG tersebut tidak memperoleh SLHS karena tidak berupaya untuk melakukan pendaftaran kepada Dinas Kesehatan setempat.
"Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali," tuturnya.
Setelah ditutup, lanjut Sudaryono, BGN akan melakukan investigasi atas dapur-dapur dimaksud. "Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," ujarnya.
Penutupan dan investigasi SPPG yang tidak mendaftarkan SLHS diklaim sebagai komitmen BGN untuk menjaga kualitas, keamanan gizi, dan keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG.
Sebagai informasi, BGN sebelumnya telah memerintahkan seluruh SPPG untuk mengurus SLHS paling lambat pada 10 Agustus 2026. SPPG yang tidak mengurus SLHS akan ditutup permanen.
"Kalau enggak [memenuhi persyaratan SLHS], tutup permanen. Jadi, kami tidak menoleransi dapur-dapur yang secara sanitasi dan higienisnya itu tidak memenuhi standar," kata Sudaryono pada bulan lalu. (rig)
