JAKARTA, DDTCNews - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi belanja program makan bergizi gratis (MBG) hingga pertengahan September 2026 sudah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu senilai Rp218,77 triliun.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan capaian ini sejalan dengan proses pembenahan tata kelola MBG melalui penajaman penerima manfaat serta penguatan kesiapan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Realisasi anggaran program MBG sampai 16 September 2026 mencapai Rp139,77 triliu, atau 63,89% dari pagu Rp218,77 triliun. Kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program makin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga," katanya, dikutip pada Senin (21/9/2026).
Sebelum dilakukan penajaman, total pagu belanja BGN tercatat mencapai Rp268 triliun yang terdiri dari program pemenuhan gizi nasional senilai Rp255,83 triliun dan dukungan manajemen senilai Rp12,17 triliun.
Dengan dilaksanakannya penajaman, pagu belanja BGN turun menjadi Rp229,75 triliun yang terdiri dari program pemenuhan gizi nasional senilai Rp221,3 triliun dan dukungan manajemen senilai Rp8,45 triliun.
Dari pagu program pemenuhan gizi nasional senilai Rp221,3 triliun dimaksud, senilai Rp218,77 triliun dialokasikan untuk MBG, sedangkan Rp2,53 triliun sisanya dilaksanakan untuk aspek teknis MBG.
Total penerima manfaat dari program MBG mencapai 56,99 juta atau 76,45% dari target sebanyak 74,56 juta. Capaian penerima manfaat ini masih bersifat sementara seiring dengan pembenahan tata kelola MBG dan refocusing penerima manfaat.
"Refocusing ini kami lakukan agar program makin tepat sasaran. Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti. Ini bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan tepat sasaran, aman, akuntabel, dan berkelanjutan," ujar Sudaryono.
Ke depan, seiring dilaksanakannya pembenahan, perluasan penerima manfaat akan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kualitas, keamanan, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran program. (rig)
