JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah menyoroti pergeseran konsumsi bahan bakar oleh masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang mampu untuk tidak membeli BBM bersubsidi.
"Saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi," katanya, dikutip pada Minggu (20/9/2026).
Bahlil menuturkan BBM bersubsidi sesungguhnya disediakan untuk masyarakat yang kurang mampu, bukan untuk semua kalangan.
"Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hati. Ya memang saya harus ngomong begini. Karena saya ini menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi, berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya," tutur Bahlil.
Namun demikian, lanjut Bahlil, pemerintah saat ini masih belum menyiapkan regulasi khusus untuk meningkatkan ketepatan sasaran dari penyaluran BBM bersubsidi.
"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ujarnya.
Untuk saat ini, sambung Bahlil, pemerintah masih berfokus mengamankan stok BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi," katanya. (rig)
