LONDON, DDTCNews – Atlet para-balap sepeda Inggris Lizzi Jordan mendorong pemerintah memberikan pembebasan PPN untuk sepeda tandem yang digunakan oleh penyandang tunanetra.
Jordan, peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024, telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan Inggris John Healey. Dalam surat tersebut, dia meminta agar sepeda tandem untuk pesepeda dengan gangguan penglihatan dapat memperoleh fasilitas pembebasan PPN sebesar 20%.
"Ini benar-benar ketidakadilan bagi penyandang gangguan penglihatan," katanya, dikutip pada Rabu (23/9/2026).
Saat ini, sepeda adaptif seperti hand bike dan sepeda roda tiga telah mendapatkan pembebasan PPN. Namun, sepeda tandem yang tidak mengalami modifikasi khusus belum termasuk dalam fasilitas tersebut.
Menurut Jordan, kondisi itu membuat penyandang tunanetra harus menanggung biaya tambahan untuk dapat bersepeda secara aman.
Dia menilai sepeda tandem bukan sekadar sarana rekreasi bagi penyandang tunanetra, melainkan alat adaptasi yang memungkinkan atlet bersepeda secara aman.
"Bagi orang buta, sepeda tandem bukanlah kemewahan untuk bersantai, melainkan adaptasi penting yang memungkinkan bersepeda dengan aman," tulis Jordan dalam suratnya.
Dia juga meminta agar pembebasan PPN dapat diterapkan kepada seluruh penyandang disabilitas yang menggunakan sepeda sebagai sarana untuk beraktivitas.
Jordan mengatakan harga sepeda tandem yang layak digunakan sekitar £1.500 atau sekitar Rp35,57 juta, termasuk PPN. Dengan adanya pembebasan pajak, harga sepeda tersebut diharapkan menjadi lebih terjangkau.
Menurutnya, penurunan harga juga dapat mendorong penyandang gangguan penglihatan yang sebelumnya belum mempertimbangkan membeli sepeda tandem untuk mulai bersepeda.
Dilansir bbc.com, kampanye pembebasan PPN untuk sepeda tandem mendapat dukungan dari British Cycling. Organisasi tersebut memperkirakan perubahan aturan pembebasan PPN untuk sepeda tandem hanya akan mengurangi penerimaan negara sekitar £27.000 atau Rp640,30 juta per tahun.
Managing Director British Cycling Foundation Tracy Power mengatakan penyandang gangguan penglihatan saat ini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memperoleh manfaat fisik, mental, dan sosial dari bersepeda. Menurutnya, kampanye tersebut bertujuan membuat sepeda tandem lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas. (dik)
