JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjamin APBN melalui belanja pemerintah akan memberikan dampak konkret terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2026.
Plt. Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Ferry Ardiyanto mengatakan APBN tidak hanya ditujukan untuk mendongkrak produk domestik bruto (PDB), tetapi juga untuk memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Terkait pertumbuhan kuartal III/2026, pemerintah tidak ingin pertumbuhan hanya terlihat di dalam angka PDB, tetapi tidak dirasakan dalam pendapatan, kesempatan kerja, dan daya beli masyarakat," ujarnya, dikutip pada Minggu (20/9/2026).
Sejalan dengan itu, Ferry mengatakan kualitas pertumbuhan ekonomi akan dilihat dari sejumlah indikator. Contohnya, peningkatan penyerapan tenaga kerja, konsumsi masyarakat, serta pendapatan riil.
Di samping itu, dia juga menekankan sejumlah indikator pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yakni keberhasilan menekan jumlah penduduk miskin, pemerataan pertumbuhan dan pengurangan ketimpangan, serta pengembangan sektor UMKM dan ekonomi daerah
Untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas, Ferry menegaskan APBN akan digunakan untuk belanja yang memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.
"Dalam hal ini, APBN diarahkan untuk memperkuat transmisi pertumbuhan melalui belanja yang langsung menyentuh masyarakat," katanya.
Ferry mencontohkan pemerintah menggelontorkan belanja untuk kebutuhan perlindungan sosial (perlinsos), program padat karya, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta memberikan dukungan terhadap UMKM untuk meningkatkan aktivitas bisnisnya.
"Jadi ukuran keberhasilan bukan hanya dari berapa persen pertumbuhan ekonomi kita, tetapi seberapa luas masyarakat yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut," tuturnya. (rig)
