JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeklaim kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan realisasi investasi dari sektor mineral dan batu bara (minerba) mulai membaik sejalan dengan perbaikan tata kelola.
Hingga Agustus 2026, realisasi PNBP minerba mencapai Rp108,13 triliun. Adapun investasi di sektor minerba pada semester I/2026 mencapai US$6,7 miliar, sedangkan tenaga kerja yang terserap mencapai 685.724 orang.
"Alhamdulillah dengan penataan terhadap pengaturan supply and demand, harga batu bara dan nikel Indonesia sekarang sudah lebih baik," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dikutip pada Selasa (22/9/2026).
Dengan kenaikan harga, pemerintah mampu mengumpulkan PNBP yang lebih banyak dari sektor batu bara meski jumlah produksi batu bara hingga Agustus 2026 tidaklah setinggi total produksi pada tahun lalu.
"Produksi batu bara itu tidak sebanyak di tahun 2025, tetapi PNBP-nya lebih tinggi dibandingkan dengan 2025. Artinya, kita ingin produksinya tidak terlalu banyak, tapi pendapatan negara itu yang paling penting," ujar Bahlil.
Bahlil pun mengeklaim pemerintah sedang mengarahkan sektor minerba dari sekadar industri ekstraktif menjadi industri bernilai tambah dan memiliki basis keberlanjutan.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan menyelenggarakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) agar tambang bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Penerima PPM mencakup masyarakat yang terdampak langsung oleh kegiatan tambang termasuk masyarakat dalam lingkup ring 1, 2, dan 3.
Dengan kontribusi terhadap penerimaan negara, investasi, tenaga kerja, serta pemberdayaan masyarakat, pemerintah menempatkan penguatan tata kelola minerba sebagai bagian dari upaya memastikan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan. (rig)
