JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim defisit APBN hingga Juli 2026 masih terkendali di level 0,91% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya mengatakan defisit APBN yang masih rendah jangan dianggap sebagai tanda bahwa kondisi keuangan negara sangat longgar sehingga kementerian/lembaga (K/L) meminta anggaran belanja tambahan (ABT) secara besar-besaran.
"Takutnya kalau kementerian/lembaga tahu kita baru defisit 0,91% PDB, sebentar lagi kita akan menerima [permintaan] ABT besar-besaran mungkin," ujarnya, dikutip pada Jumat (11/9/2026).
Purbaya menjelaskan pemerintah tetap harus menjaga disiplin fiskal dan tidak serta-merta menambah belanja hanya karena ruang defisit masih jauh di bawah target defisit APBN 2026.
Oleh karena itu, dia mengimbau K/L untuk mengoptimalkan pagu belanja, merencanakan pengelolaan anggaran belanja secara matang, serta tidak sembarangan mengajukan anggaran biaya tambahan.
"Jadi yang ABT-ABT baru mungkin akan kita lihat. Kita diskusikan seperti apa, tapi kita utamakan adalah [menjalankan] program-program yang sudah ada," kata Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya menilai masih banyak kementerian atau lembaga (K/L) yang belum melakukan perencanaan anggaran belanja secara matang.
Hal ini tecermin dari banyaknya jumlah K/L yang mengajukan tambahan anggaran setelah APBN ditetapkan atau pada saat tahun anggaran baru dimulai. Purbaya pun hendak memperketat persetujuan ABT agar defisit APBN tetap terkendali di bawah 3%.
"Kadang-kadang kementerian di tengah tahun minta anggaran lagi, bahkan kadang di awal tahun. Dulu sering ditambah [disetujui], tapi sekarang kalau kita seperti itu terus kan berarti pengeluaran kita enggak benar," tutur Purbaya. (rig)
