Academy - EB - SPT PPh Badan 2026
[DDTCNews] Survei 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jaga Defisit APBN, Purbaya Wanti-Wanti K/L soal Permintaan ABT

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 11 September 2026 | 16.00 WIB
Jaga Defisit APBN, Purbaya Wanti-Wanti K/L soal Permintaan ABT
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim defisit APBN hingga Juli 2026 masih terkendali di level 0,91% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya mengatakan defisit APBN yang masih rendah jangan dianggap sebagai tanda bahwa kondisi keuangan negara sangat longgar sehingga kementerian/lembaga (K/L) meminta anggaran belanja tambahan (ABT) secara besar-besaran.

"Takutnya kalau kementerian/lembaga tahu kita baru defisit 0,91% PDB, sebentar lagi kita akan menerima [permintaan] ABT besar-besaran mungkin," ujarnya, dikutip pada Jumat (11/9/2026).

Purbaya menjelaskan pemerintah tetap harus menjaga disiplin fiskal dan tidak serta-merta menambah belanja hanya karena ruang defisit masih jauh di bawah target defisit APBN 2026.

Oleh karena itu, dia mengimbau K/L untuk mengoptimalkan pagu belanja, merencanakan pengelolaan anggaran belanja secara matang, serta tidak sembarangan mengajukan anggaran biaya tambahan.

"Jadi yang ABT-ABT baru mungkin akan kita lihat. Kita diskusikan seperti apa, tapi kita utamakan adalah [menjalankan] program-program yang sudah ada," kata Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya menilai masih banyak kementerian atau lembaga (K/L) yang belum melakukan perencanaan anggaran belanja secara matang.

Hal ini tecermin dari banyaknya jumlah K/L yang mengajukan tambahan anggaran setelah APBN ditetapkan atau pada saat tahun anggaran baru dimulai. Purbaya pun hendak memperketat persetujuan ABT agar defisit APBN tetap terkendali di bawah 3%.

"Kadang-kadang kementerian di tengah tahun minta anggaran lagi, bahkan kadang di awal tahun. Dulu sering ditambah [disetujui], tapi sekarang kalau kita seperti itu terus kan berarti pengeluaran kita enggak benar," tutur Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.