JAKARTA, DDTCNews — Komisi XI DPR menyatakan akan turut serta menjaga keseimbangan antara ekspansi pembangunan dan disiplin fiskal yang dicanangkan pemerintah melalui RAPBN 2027.
Ekspansi pembangunan tercermin pada asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan anggaran belanja yang diusulkan menembus Rp4.000 triliun pada 2027.
"Pertumbuhan ekonomi 6% ini adalah pertumbuhan ekonomi yang memberikan pesan yang kuat kepada pasar bahwa Bapak Presiden [Prabowo Subianto] memberikan sinyal yang optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi kita tahun 2027 nanti. Jadi, 2027 kita ditargetkan keluar dari zona pertumbuhan 5%," kata Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, dikutip pada Rabu (26/8/2026).
Secara terperinci, anggaran belanja negara pada tahun depan telah diusulkan senilai Rp4.097,2 triliun, lebih tinggi dari nilai belanja pada periode-periode sebelumnya.
Meski belanja untuk pertama kalinya menembus Rp4.000 triliun, defisit anggaran tetap dijaga sebesar 2,4% dari PDB atau senilai Rp671,2 triliun.
Menurut Misbakhun, postur tersebut mencerminkan optimisme pemerintah yang dibarengi dengan kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal.
Guna mencapai target-target dimaksud, Komisi XI DPR akan mendorong percepatan investasi, hilirisasi industri, pembangunan tiga juta rumah, serta penyelesaian proyek strategis nasional (PSN).
Rampungnya proyek-proyek dimaksud akan menciptakan lapangan kerja, memperkuat konsumsi masyarakat, dan pada akhirnya mendorong laju pertumbuhan ekonomi. (rig)
