[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PEREKONOMIAN GLOBAL

Di Forum G20, RI Tekankan Pentingnya Reformasi Ekonomi

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Sabtu, 05 September 2026 | 09.00 WIB
Di Forum G20, RI Tekankan Pentingnya Reformasi Ekonomi
<p>Wakil Menteri Keuangan Juda&nbsp;Agung. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.</p>

ASHEVILLE, DDTCNews — Indonesia turut menyampaikan dukungan terhadap reformasi yang memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 yang diselenggarakan di Amerika Serikat (AS).

"Reformasi pro-pertumbuhan perlu diarahkan untuk mengurangi hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi, memperkuat kerja sama internasional, serta mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai sumber pertumbuhan baru," ujar Juda, dikutip pada Sabtu (5/9/2026).

Dalam rangka mendukung reformasi dimaksud, Juda mengatakan Indonesia telah menyederhanakan regulasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif serta memperkuat sektor keuangan melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Indonesia juga terus mendorong transformasi struktural melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Selain itu, dalam forum ini Indonesia turut mendukung penguatan peran swasta sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi melalui investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas.

"Keterlibatan sektor swasta penting untuk memastikan agenda reformasi dan pertumbuhan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan investasi, produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat," ujar Juda.

Namun, pertumbuhan ekonomi global masih dihadapkan pada sejumlah hambatan. Adapun salah satu hambatan yang dibahas dalam pertemuan adalah ketidakseimbangan ekonomi global (global imbalances).

Terkait dengan tantangan tersebut, Juda menekankan pentingnya peran lembaga internasional dalam memantau ketidakseimbangan dan memberikan rekomendasi kebijakan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing negara.

Menurutnya, respons terhadap ketidakseimbangan perlu mempertimbangkan struktur ekonomi, kebijakan domestik, serta posisi masing-masing negara dalam ekonomi global.

"Pendekatan yang lebih komprehensif diperlukan agar upaya menjaga stabilitas global tetap mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Juda. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.