Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Cara Membetulkan Data PBB di DKI Jakarta

A+
A-
7
A+
A-
7
Cara Membetulkan Data PBB di DKI Jakarta

SAAT mengurus pajak bumi dan bangunan (PBB), tak jarang wajib pajak melakukan kelalaian atau kesalahan dalam pencatatan data. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan fasilitas bagi wajib pajak untuk melakukan pembetulan data PBB secara daring.

Pembetulan data PBB dilakukan karena empat sebab. Pertama, ketidaksesuaian penulisan nama subjek pajak dengan KTP. Kedua, pengurangan atau penambahan luas bangunan. Ketiga, perbedaan luas tanah dengan sertifikat. Keempat, ketidaksesuaian alamat objek atau subjek pajak.

Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara melakukan pembetulan PBB di DKI Jakarta secara daring. Dalam melakukan pembetulan PBB, wajib pajak harus menyiapkan sebanyak 10 dokumen terlebih dahulu.

Baca Juga: Kode Objek Pajak dan Tarif PPh Final Jasa Konstruksi

Dokumen tersebut antara lain surat permohonan tertulis dari wajib pajak atau kuasanya, fotokopi KTP pemberi kuasa atau penerima kuasa, surat kuasa dari wajib pajak (apabila dikuasakan), E-SPPT PBB tahun berjalan.

Kemudian, dokumen SPOP dan LSPOP, bukti lunas tunggakan PBB P-2, fotokopi sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah, fotokopi akte jual beli/hibah/waris, fotokopi SSPD BPHTB, fotokopi IMB/izin penggunaan bangunan.

Apabila semua dokumen sudah ada, wajib pajak perlu mengunduh formulir pendaftaran pajak melalui bapenda.jakarta.go.id. Lalu, klik menu Form SPOP, SSPD, SPTPD Dan Formulir Pendaftaran Pajak Jakarta.

Baca Juga: Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Bila laman sudah terbuka, pilih SPOP PBB P2 DKI JAKARTA 2018. Selanjutnya, pada laman yang sama, pilih LSPOP PBB P2 DKI JAKARTA 2018. Kemudian, pilih Unduh Dokumen pada kedua file tersebut.

Pada dokumen SPOP PBB P2 DKI JAKARTA 2018 yang sudah diunduh, silakan isi beberapa data yang hendak dibetulkan. Pada pertanyaan Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah, isi dengan unit pelayanan sesuai lokasi tanah/bangunan Anda berada.

Isi pertanyaan Data Letak Objek Pajak dengan nama jalan, kelurahan, kecamatan, blok/kav/nomor, dan RT/RW sesuai letak tanah/bangunan anda berada. Isi juga pertanyaan Data Subjek Pajak dengan nama pemilik atas tanah atau bangunan tersebut atau yang tertera di PBB.

Baca Juga: Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Isi juga mengenai status, pekerjaan, nama, NPWP, nomor KTP, dan alamat pemilik atas tanah atau bangunan. Pada pertanyaan Data Tanah, isi dengan data tanah, yang meliputi Luas Tanah (Meter Persegi), Jenis Tanah, dan Zona Nilai Tanah.

Selanjutnya, pada pertanyaan Data Bangunan, isi dengan jumlah bangunan yang ada di atas tanah. Pada pertanyaan Pernyataan Subjek Pajak, isi dengan nama yang tertera di PBB sebelumnya, tanggal, dan tanda tangan.

Untuk pertanyaan Sket/Denah Lokasi Objek Pajak, silakan isi dengan menggambar lokasi tanah atau bangunan secara sederhana.

Baca Juga: DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Apabila semua pertanyaan di SPOP PBB P2 DKI JAKARTA 2018 sudah terisi, Anda perlu mengisi dokumen LSPOP PBB P2 DKI JAKARTA 2018. Mula-mula, silakan mengisi Rincian Data Bangunan, dengan memberi ceklis pada salah satu Jenis Penggunaan Bangunan.

Pada kelompok pertanyaan yang sama, silakan isi Luas Bangunan, Tahun Dibangun, Tahun Renovasi, Kondisi, Konstruksi, dan bahan-bahan struktur bangunan sesuai kondisi bangunan. Isi juga fasilitas yang ada di dalam bangunan seperti AC, kolam renang, lift, pagar, dan lain-lainnya.

Apabila selain rumah, Anda dapat melengkapi data bangunan pada pertanyaan Data Tambahan atau Data Tambahan untuk Bangunan Non-Standard. Apabila seluruh pertanyaan di dua dokumen telah diisi, silakan simpan dokumen tersebut.

Baca Juga: IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Setelah pengisian dua dokumen selesai, buka laman pajakonline.go.id. Silakan Anda login terlebih dahulu. Setelah itu, pada menu Profil Wajib Pajak, pilih menu Pelayanan, sehingga terbuka Formulir Tambah Permohonan Pelayanan.

Kemudian isi Identitas Pemohon, yang meliputi nama, NIK, dan alamat seperti yang tercantum di KTP pemilik tanah atau bangunan. Pada pertanyaan Data Objek Pajak, silakan isi dengan data yang tertera di PBB yang dimiliki sebelumnya.

Anda juga diarahkan untuk mengisi pertanyaan NPWPD, NOPD, Nama Objek Pajak, dan Alamat Objek Pajak seperti yang tertera dalam PBB sebelumnya. Namun, untuk pertanyaan Tahun Pajak, isi dengan periode tahun pajak yang akan datang untuk melakukan pembetulan.

Baca Juga: Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Pada menu Jenis Pajak, anda isi dengan memilih Pajak Bumi dan Bangunan. Kemudian pada menu Jenis Pelayanan, isi dengan Pembetulan. Kemudian pada menu Jenis Sub Pelayanan, isi dengan pilih jenis pembetulan yang hendak dilakukan, seperti Pembetulan Objek, Pembetulan Subjek, Pembetulan SK, Pembetulan Pengenaan, atau Pembetulan Objek Subjek.

Pada menu Metode Penyampaian Data Pendukung, pilih Upload Dokumen. Kemudian akan otomatis terbuka kolom untuk mengunggah dokumen-dokumen yang diperlukan sebagaimana telah disebutkan di atas.

Apabila semua sudah terisi dan diunggah data yang dibutuhkan, pilih Simpan. Selanjutnya, akan ada proses verifikasi yang dilakukan oleh petugas terkait atas permohonan pecah atau balik nama. Selesai. Semoga bermanfaat. (rizki/rig)

Baca Juga: Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Topik : tips pajak daerah, pajak, pajak daerah, PBB-P2, provinsi dki jakarta, e-SPPT

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

berita pilihan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kode Objek Pajak dan Tarif PPh Final Jasa Konstruksi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:30 WIB
PORTUGAL

IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN BEA CUKAI

Ekspor Sempat Dilarang, Penerimaan Bea Keluar CPO Tetap Bisa Tumbuh 3%

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian