JAKARTA, DDTCNews — Data kependudukan pada Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan digunakan untuk melakukan verifikasi dan validasi atas pengguna LPG 3 kilogram.
Verifikasi dan validasi pengguna LPG 3 kilogram dengan memanfaatkan data kependudukan diperlukan agar subsidi LPG tersalur secara tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
"Integrasi data diperlukan untuk memastikan penerima subsidi tidak hanya memenuhi ketentuan sebagai pihak yang berhak, tetapi juga benar-benar layak menerima subsidi," kata Dirut PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, dikutip pada Kamis (13/8/2026).
Untuk melakukan verifikasi dan validasi, PT Pertamina Patra Niaga akan menggunakan data kependudukan berdasarkan hak akses yang diberikan oleh Ditjen Dukcapil kepada anak usaha Pertamina tersebut.
Dengan data kependudukan dimaksud, penjualan LPG 3 kilogram akan dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi biometrik.
"Pertamina Patra Niaga juga tengah mengembangkan pemanfaatan biometrik pada merchant app di pangkalan LPG, dengan uji coba direncanakan pada Agustus 2026," ujar Mars Ega.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menuturkan data kependudukan merupakan fondasi dalam pemberian layanan publik. Dengan data tersebut, identitas penerima subsidi dapat diverifikasi dan divalidasi secara akurat.
Saat ini, data kependudukan telah digunakan oleh 7.742 lembaga untuk mendukung pelaksanaan layanan publiknya masing-masing.
"Ekosistem tersebut menunjukkan bahwa Dukcapil memiliki infrastruktur data yang dapat menjadi credential provider bagi berbagai kebutuhan verifikasi dan validasi dalam layanan publik maupun sektor lainnya," tutur Teguh. (rig)
