Berita
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:36 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:30 WIB
KABUPATEN SERANG
Review
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:33 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:55 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:13 WIB
WIDJOJO NITISASTRO:
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu Rush Handling?

A+
A-
4
A+
A-
4
Apa Itu Rush Handling?

MASIFNYA penyebaran Covid-19 mendorong pemerintah menambah pasokan alat kesehatan dan bantuan medis dari berbagai negara. Pemerintah juga mempercepat pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna menanggulangi pandemi ini.

Untuk itu, pemerintah memberikan berbagai fasilitas terkait dengan kepabeanan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor vaksin, bahan baku vaksin, peralatan yang diperlukan dalam produksi vaksin, dan peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Salah satu fasilitas kepabeanan yang diberikan adalah pelayanan segera (rush handling). Pengaturan fasilitas rush handling ini ditetapkan PMK No.148/PMK.04/2007. Lantas, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan rush handling?

Baca Juga: Apa Itu Nilai Jual Kena Pajak?

Definisi
MERUJUK Pasal 1 angka 7 PMK 148/2007, pelayanan segera (rush handling) adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean. Simak Kamus “Apa Itu Kawasan Pabean?

Fasilitas ini membuat barang impor yang karakteristiknya memerlukan rush handling dapat dikeluarkan dari kawasan pabean sebelum diajukan pemberitahuan pabean impor. Namun, untuk mendapatkan fasilitas ini importir harus mengajukan permohonan kepada pejabat Bea dan Cukai.

Permohonan tersebut harus dilampiri dengan dokumen pelengkap pabean dan jaminan. Hal ini berarti barang impor yang mendapat fasilitas rush handling baru dapat dikeluarkan dari kawasan pabean setelah diserahkan dokumen pelengkap pabean dan jaminan.

Baca Juga: Apa Itu Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran?

Adapun yang dimaksud dengan dokumen pelengkap pabean adalah semua dokumen yang digunakan sebagai pelengkap pemberitahuan pabean. Misalnya, seperti invoice, packing list, bill of lading/airway bill, manifest dan dokumen lain yang dipersyaratkan.

Sementara itu, jaminan diserahkan kepada kepala kantor pabean sebesar bea masuk, cukai dalam rangka impor, dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) yang terutang. Secara lebih terperinci, terdapat 8 barang impor yang dapat memperoleh fasilitas rush handling.

Pertama, organ tubuh manusia antara lain ginjal, kornea mata, atau darah. Kedua, jenazah dan abu jenazah. Ketiga, barang yang dapat merusak lingkungan antara lain bahan yang mengandung radiasi. Keempat, binatang hidup.

Baca Juga: Apa Itu Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas?

Kelima, tumbuhan hidup. Keenam, surat kabar dan majalah yang peka waktu. Ketujuh, dokumen (surat). Kedelapan, barang lain yang karena karakteristiknya perlu mendapat fasilitas rush handling setelah mendapat izin kepala kantor pabean.

Barang yang mendapatkan fasilitas ini tetap dilakukan pemeriksaan fisik dan berlaku semua ketentuan barang larangan dan pembatasan. Importir wajib menyerahkan pemberitahuan pabean impor dan melunasi bea masuk, cukai dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) paling lambat 3 hari kerja sejak barang impor dikeluarkan.

Adapun importasi atas barang impor yang mendapatkan fasilitas rush handling ini dapat dilakukan melalui pelabuhan laut maupun pelabuhan udara. Ketentuan lebih lanjut, dapat disimak dalam PMK 148/2007.

Baca Juga: Apa Itu Pemindahbukuan (Pbk)?

Simpulan
INTINYA pelayanan segera (rush handling) adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean.

Fasilitas ini diberikan terhadap barang tertentu yang karakteristiknya memerlukan fasilitas rush handling. Dengan demikian, barang tersebut dapat dikeluarkan dari kawasan pabean sebelum diajukan pemberitahuan pabean impor atau lebih cepat. (Bsi)

Baca Juga: Beda Formulir SPT 1770 S dan 1770 SS
Topik : rush handling, definisi, kamus
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 18 Januari 2021 | 17:51 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 18:06 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 11 Januari 2021 | 18:26 WIB
KAMUS PAJAK
berita pilihan
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:36 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:33 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:30 WIB
KABUPATEN SERANG
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:10 WIB
KOTA MALANG
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:55 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI