[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
RAPBN 2027

Postur RAPBN 2027: Belanja Negara Dinaikkan Jadi Rp4.097,2 Triliun

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 16 Agustus 2026 | 12.00 WIB
Postur RAPBN 2027: Belanja Negara Dinaikkan Jadi Rp4.097,2 Triliun
<p>Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kanan) saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan tahun anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU</p>

JAKARTA, DDTCNews - Anggaran belanja negara yang ditetapkan dalam RAPBN 2027 mencapai Rp4.097,2 triliun, naik 6,62% dibandingkan dengan belanja negara tahun ini senilai Rp3.842,7 triliun. Alokasi tersebut juga setara dengan 14,6% dari PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kenaikan pengeluaran negara, terutama melalui belanja pemerintah pusat, merupakan salah satu bentuk kebijakan fiskal ekspansif karena dapat memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi.

"Jadi fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali, tapi yang jelas dari [belanja] pemerintah akan ada dorongan ke perekonomian," ujarnya, dikutip pada Minggu (16/8/2026).

Secara terperinci, belanja negara senilai Rp4.097,2 triliun terdiri atas 2 pos belanja. Pertama, belanja pemerintah pusat senilai Rp3.362,2 triliun, naik 6,75% dibandingkan APBN 2026 senilai Rp3.149,7 triliun.

Untuk diperhatikan, belanja pemerintah pusat mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp1.504,7 triliun dan belanja non K/L senilai Rp1.857,5 triliun.

"Belanja pemerintah pusat pada 2027 akan diarahkan menuju belanja berkualitas dengan tetap menjaga kinerja pelayanan publik dan mendukung daya beli masyarakat untuk mencapai keberlanjutan pembangunan," kata Purbaya.

Kedua, belanja transfer ke daerah (TKD) ditetapkan Rp735 triliun. Alokasi TKD 2027 naik 6,06% dibandingkan dengan target alokasi TKD 2026 senilai Rp693 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan peningkatan pendapatan negara untuk menopang berbagai belanja tersebut. Dalam RAPBN 2027, pendapatan negara 2027 ditargetkan Rp3.426 triliun atau setara dengan 12,2% PDB.

Angka itu naik 8,64% dibandingkan dengan target pendapatan negara yang dipatok dalam APBN 2026 senilai Rp3.153,6 triliun.

"Target pendapatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas fiskal secara bertahap dan berkelanjutan," tutur Purbaya.

Secara terperinci, pendapatan negara terdiri atas penerimaan perpajakan yang ditargetkan senilai Rp2.908 triliun, naik 7,96% dari target tahun ini Rp2.693,7 triliun. Penerimaan perpajakan meliputi setoran pajak senilai Rp2.591,4 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp316,6 triliun.

Kemudian, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditetapkan senilai Rp517,4 triliun, naik 12,67% dibandingkan dengan target tahun ini yang hanya Rp459,2 triliun. Lalu, target penerimaan hibah sama seperti tahun lalu, yakni senilai Rp700 miliar.

Berdasarkan postur penerimaan dan belanja yang dibidik pemerintah, defisit APBN tahun fiskal 2027 ditetapkan Rp671,2 triliun atau 2,4% dari PDB.

Defisit anggaran 2027 menyusut bila dibandingkan dengan target APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68% PDB..

"Yang jelas untuk postur anggaran defisitnya diproyeksikan mencapai 2,4% dari PDB. Pendapatannya tumbuh cukup, belanja negara juga tumbuh cukup dibandingkan tahun lalu jadi tetap ekspansif, dan ekonomi diprediksi tumbuh 6%," ucap Purbaya.

Sementara itu, keseimbangan primer dalam RAPBN 2027 mengalami defisit Rp20,9 triliun, lebih rendah ketimbang target defisit tahun ini senilai Rp89,7 triliun. Lalu, pembiayaan anggaran ditetapkan senilai Rp671,2 triliun, turun 2,6% dari target 2026 senilai Rp689,1 triliun.

Berikut postur APBN 2026 dan RAPBN 2027:

(rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.