Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN EKONOMI

Bisakah Ekonomi RI Tumbuh 8% Tanpa Nambah Utang Besar? Ini Kata Menkeu

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 07 Oktober 2026 | 18.30 WIB
Bisakah Ekonomi RI Tumbuh 8% Tanpa Nambah Utang Besar? Ini Kata Menkeu
<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan strategi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sampai ke level 8% sebagaimana ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Suahasil mengatakan anggaran belanja negara akan difokuskan untuk mendongkrak aktivitas ekonomi dalam negeri. Namun, sambungnya, belanja pemerintah saja tidak cukup. Pertumbuhan ekonomi juga bisa didorong dari konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

"Dari mana 90% lainnya berasal? Dari perekonomian, masyarakat yang melakukan konsumsi rumah tangga, para pihak yang melakukan investasi, dan ekspor kita. Tentu saja kita juga membutuhkan impor," ujarnya dalam Indonesia Finance Chief Avoids Prabowo Turf Wars, dikutip pada Rabu (7/10/2026).

Menurut Suahasil, porsi pemerintah yang sebesar 9% harus digunakan secara optimal, terutama untuk menciptakan sekaligus mendorong 90%-91% aktivitas ekonomi lainnya.

"Ekonominya yang harus jadi perhatian kita bersama. Untuk itu, kita harus menggunakan porsi 9% tersebut secara strategis untuk mendorong terciptanya 90%-91% aktivitas ekonomi lainnya [yang berkontribusi terhadap PDB]," katanya.

Suahasil juga menyampaikan seluruh belanja APBN hanya menyumbang sekitar 14% dari PDB. Menurutnya, porsi tersebut relatif sangat kecil dibandingkan keseluruhan ukuran ekonomi.

Dengan demikian, belanja negara saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 8%. Pemerintah harus mengidentifikasi kebutuhan ekonomi serta menggunakan sumber daya di luar pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi yang jauh lebih besar.

"Kita harus memikirkan apa yang dibutuhkan oleh perekonomian kita, kemudian membuat apa yang membuat perekonomian bergerak, dan selanjutnya mendorong agar ekonomi tumbuh semaksimal mungkin," tutur Suahasil.

Ketika ditanya apakah pemerintah bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% tanpa menambah utang secara besar-besaran, Suahasil tidak menjawabnya secara eksplisit.

Namun, dia memaparkan bahwa strategi ekonomi yang ditempuh untuk mendorong perekonomian antara lain dengan menggunakan porsi belanja pemerintah sebagai pengungkit aktivitas ekonomi yang lebih luas. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.