JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan memperkuat kolaborasi Danantara dan APBN dalam menjaga perekonomian nasional.
Suahasil mengatakan Danantara akan membiayai kebutuhan investasi, sedangkan APBN bakal tetap digunakan untuk membiayai pelayanan publik.
"Tadi juga banyak diskusi mengenai investasi yang perlu dilakukan, yang nanti akan di-handle oleh teman-teman di Danantara dan kami berkolaborasi dengan sangat-sangat erat antara Danantara dengan APBN. Jadi ibaratnya Danantara dan APBN itu saling kolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia," ujar Suahasil, dikutip pada Sabtu (3/10/2026).
Suahasil mengatakan APBN diarahkan untuk membiayai pelayanan publik, infrastruktur dasar, serta operasional pemerintahan, sedangkan Danantara menjalankan peran yang lebih kuat pada sisi investasi.
"Danantara itu adalah investasi, investasi akan sangat kuat di Danantara. Tadi kita banyak membicarakan gerak sinergi yang perlu kita lakukan bersama," ujar Suahasil.
Terkait dengan APBN, Suahasil mengatakan belanja negara pada tahun depan akan mencapai Rp4.106,26 triliun. Nilai tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat senilai Rp3.371,26 triliun dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp735 triliun.
Pagu belanja dimaksud ditopang oleh target pendapatan negara senilai Rp3.435,1 triliun yang terdiri atas pajak senilai Rp2.593,35 triliun, kepabeanan dan cukai senilai Rp318,6 triliun, dan PNBP senilai Rp522,48 triliun.
"Arahan Bapak Presiden [Prabowo Subianto] adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan dan perlindungan sosial, dan juga membangun infrastruktur," ujar Suahasil. (dik)
