Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN EKONOMI

Ekonomi Diklaim Kuat, Suahasil Soroti Lapangan Kerja dan Ekspor

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 30 September 2026 | 16.30 WIB
Ekonomi Diklaim Kuat, Suahasil Soroti Lapangan Kerja dan Ekspor
<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengeklaim kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih kuat, tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,45% pada semester I/2026.

Suahasil mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi tetap berlangsung, seperti konsumsi, produksi, dan perdagangan. Menurutnya, geliat ekonomi ini juga tecermin pada penerimaan pajak yang tumbuh.

"Pertumbuhan yang berjalan baik sebesar 5,45% berarti kegiatan ekonomi itu bekerja, transaksi berjalan, pajak terlihat ada pertumbuhan, lalu inflasi dapat kita tangani," katanya, dikutip pada Rabu (30/9/2026).

Meski perekonomian diklaim sudah baik dan kuat, Suahasil memandang masih banyak persoalan yang perlu diselesaikan, di antaranya menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan meningkatkan kinerja ekspor ke pasar global.

Dia pun berpandangan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara yang tetap kuat, disertai inflasi yang terkendali akan menjadi fondasi awal untuk menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan ekspor.

"Ini semua adalah modal kita untuk terus menciptakan employment dan juga modal kita untuk terus bisa melakukan ekspor ke pasar dunia," kata Suahasil.

Sebelumnya, Suahasil memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 5,5% pada semester II/2026. Dengan capaian tersebut, dia optimistis angka pertumbuhan ekonomi bisa sesuai target yang ditetapkan sebesar 5,4% pada tahun ini.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, dia membeberkan beberapa aspek yang perlu dijaga agar ekonomi resilien hingga akhir tahun, salah satunya bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

Selain itu, APBN juga harus bisa mengantisipasi faktor eksternal seperti gejolak geopolitik agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian domestik.

"Akan sangat resilien kalau inflasinya 3,19%, pertumbuhan kuartal I-nya 5,45%, kalau pertumbuhan kreditnya sekitar 13%. Ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita, dan APBN-nya juga berjalan dengan baik," tutur Suahasil. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.