Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN MONETER

Dipengaruhi Pajak, Cadangan Devisa September Capai US$146,3 Miliar

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Rabu, 07 Oktober 2026 | 16.30 WIB
Dipengaruhi Pajak, Cadangan Devisa September Capai US$146,3 Miliar
<p>Ilustrasi.&nbsp;</p>

JAKARTA, DDTCNews - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa per akhir September 2026 terjaga pada US$146,3 miliar, sedikit turun bila dibandingkan posisi cadangan devisa pada bulan sebelumnya senilai US$146,5 miliar.

Posisi cadangan devisa pada September 2026 dipengaruhi oleh penarikan pinjaman oleh pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri jatuh tempo.

"Perkembangan posisi cadangan devisa September 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," tulis BI dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2026).

Posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor serta 5,2 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah.

Dengan demikian, posisi cadangan devisa dimaksud telah melebihi standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. "BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tulis BI.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal akan terus terjaga didukung oleh cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing.

"BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tulis BI.

Sebagai informasi, cadangan devisa adalah aktiva luar negeri yang dikuasai oleh otoritas moneter. Cadangan devisa dapat digunakan setiap waktu, guna membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran atau dalam rangka stabilitas moneter dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing dan untuk tujuan lainnya.

Cadangan devisa bisa berupa mata uang asing yang mudah diperjualbelikan, emas, serta tagihan jangka pendek kepada bukan penduduk yang bersifat likuid. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.