JAKARTA, DDTCNews - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Muhammad Chatib Basri mendorong pemerintah untuk memperhatikan tren pelemahan nilai tukar rupiah.
Chatib mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah perlu diantisipasi mengingat tren ini berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa.
"Salah satu isu penting yang harus diperhatikan adalah kemungkinan risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat pelemahan rupiah. Ini akan berdampak pada kelompok menengah bawah," ujar Chatib, dikutip pada Rabu (10/6/2026).
Dalam rangka mengatasi masalah pelemahan nilai tukar rupiah ini, Chatib mendorong pemerintah untuk menempuh kebijakan yang dapat memulihkan confidence dan kepercayaan.
Salah satu kebijakan fiskal yang dapat ditempuh adalah melakukan efisiensi belanja, utamanya belanja terkait dengan pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).
"Salah satu langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," ujar Chatib.
Sebagai informasi, pemerintah telah memutuskan untuk melakukan efisiensi anggaran MBG tanpa mengurangi target pelayanan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik Sudaryati Deyang, memutuskan untuk menghentikan penambahan dapur MBG guna mendukung upaya efisiensi dimaksud.
Tak hanya itu, efisiensi anggaran juga akan ditempuh melalui upaya refocusing penerima manfaat MBG. Nantinya, MBG hanya akan disalurkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.
"Kita lebih arahkan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Kita akan refocusing apakah benar 63 juta penerima manfaat yang sekarang ini butuh, atau bisa dikurangi lalu kita tambahkan mereka yang belum memperoleh," ujar Nanik. (dik)
