SACRAMENTO, DDTCNews – Pemerintah negara bagian Amerika Serikat (AS), California berencana menggelar referendum mengenai pengenaan pajak kekayaan pada November tahun ini.
Referendum akan digelar mengingat proposal pengenaan pajak kekayaan telah mendapat dukungan dari 1,6 juta pemilih terdaftar (registered voters). Di California, referendum atas suatu proposal perlu digelar sepanjang mendapat dukungan 874.641 pemilih terdaftar.
"Agar memenuhi syarat untuk referendum, proposal ini membutuhkan 874.641 dukungan yang sah. Jumlah ini setara 8% dari total suara yang diperoleh gubernur pada Pemilu November 2022," ungkap Sekretaris Negara Bagian California Shirley Weber, Jumat (19/6/2026).
Serikat pekerja medis bernama Service Employees International Union-United Healthcare Workers West (SEIU-UHW) selaku inisiator dari referendum mengeklaim pajak kekayaan akan menghasilkan tambahan penerimaan bagi California senilai US$100 miliar.
Pajak kekayaan hanya dikenakan sekali dengan tarif sebesar 5% terhadap individu ataupun trust dengan aset di atas US$1 miliar. Aset yang dikecualikan dari objek pajak kekayaan antara lain properti serta dana pensiun.
Bila memenuhi kriteria, miliarder di California harus membayar pajak kekayaan pada 2027. Namun demikian, miliarder dimaksud memiliki opsi untuk mengangsur pembayaran pajak kekayaan selama 5 tahun.
Setelah terkumpul, sebanyak 90% penerimaan dari pajak ini akan digunakan untuk mendanai belanja kesehatan, sedangkan 10% sisanya akan digunakan untuk mendanai program dukungan pangan.
Meski mendapatkan dukungan dari banyak pihak, proposal pajak kekayaan ini mendapat penolakan dari pemerintah negara bagian serta para anggota parlemen California, baik yang berasal dari Partai Republik maupun Partai Demokrat.
Juru Bicara Gubernur California Tara Gallegos memandang pajak kekayaan yang diusung oleh SEIU-UHW justru akan merugikan para pekerja di California.
"Gubernur [Gavin Newsom] mendukung upaya-upaya yang bertujuan mendorong orang kaya untuk membayar pajak secara adil. Namun, pajak kekayaan yang diberlakukan hanya di tingkat negara bagian ini hanya akan mengurangi pendanaan bagi layanan publik," ujar Gallegos.
Sementara itu, Anggota Senat California dari Partai Republik Tony Strickland menyebut pengenaan pajak kekayaan hanya akan meningkatkan defisit anggaran negara bagian dan mendorong miliarder untuk berpindah ke negara bagian lain.
"Sekarang orang-orang kaya sudah pergi ke Florida dan negara bagian lain. Lapangan kerja yang dihasilkan oleh miliarder juga akan meninggalkan California," tutur Strickland seperti dilansir thecentersquare.com. (rig)
