Fokus
Literasi
Senin, 27 Juni 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 27 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 29 Juni 2022 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 26 JUNI - 5 JULI 2022
Selasa, 28 Juni 2022 | 19:00 WIB
STATISTIK CUKAI DUNIA
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Yellen Sebut AS Tidak Akan Hadiri Pertemuan G-20 Jika Ada Rusia

A+
A-
1
A+
A-
1
Yellen Sebut AS Tidak Akan Hadiri Pertemuan G-20 Jika Ada Rusia

Menteri Keuangan AS Janet Yellen. (foto: treasury.gov)

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Menteri Keuangan Janet Yellen menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menginginkan Rusia diboikot dari gelaran G-20.

Yellen mengatakan Pemerintah AS tidak dapat melaksanakan pertemuan multilateral apabila terdapat perwakilan dari Rusia dalam forum tersebut.

"Arahan presiden sudah jelas dan saya setuju dengannya. Biden telah meminta agar Rusia tidak lagi dilibatkan dalam G-20," katanya dalam rapat dengan House of Representative dikutip dari thehill.com, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga: Negara Ini Tetapkan Standar Emisi Baru dan Tawarkan Insentif Pajak

Yellen menuturkan Pemerintah AS telah berkomunikasi dengan Indonesia selaku tuan rumah gelaran G-20. Dia menyatakan Pemerintah AS tak akan hadir apabila Rusia masih diundang dalam pertemuan-pertemuan G-20.

Untuk diketahui, invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina telah memanaskan tensi geopolitik antara negara-negara Barat dan Rusia.

Sebagai respons atas invasi tersebut, AS dan Uni Eropa telah menjatuhkan beragam sanksi ekonomi dan keuangan. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah melarang Rusia untuk terlibat dalam kegiatan OECD.

Baca Juga: KPP Kirim Whatsapp ke Ribuan WP, Isinya Data Harta dan Imbauan PPS

Meski demikian, Rusia hingga saat ini masih tergabung dalam Inclusive Framework dan juga belum dikeluarkan dari G-20.

AS sebelumnya meyakini tensi geopolitik tak akan memperlambat implementasi dari Pilar 1: Unified Approach dan Pilar 2: Global Anti Base Erosion.

Penasihat Menteri Keuangan AS Bidang Perpajakan Rebecca Kysar menuturkan konsensus politik sudah tercapai pada Oktober 2021. Negara-negara partisipan hanya perlu menyepakati aspek teknis yang diperlukan guna mendukung implementasi kedua pilar.

Baca Juga: PPATK Selesaikan Analisis Pidana Pencucian Uang, Kasus Pajak Dominan

"Proses implementasi konsensus global di bidang perpajakan sudah berjalan jauh. Krisis di Ukraina tidak akan menggagalkan rencana tersebut," ujarnya seperti dilansir Tax Notes International pada bulan lalu. (rig)

Topik : amerika serikat, rusia, pajak, pajak internasional, G-20, indonesia, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:00 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN

Pinjaman World Bank Bakal Dipakai untuk Optimalisasi Pajak Orang Kaya

Selasa, 28 Juni 2022 | 15:30 WIB
KP2KP SANANA

Pantau Proses Bisnis WP, Pegawai Pajak Koordinasikan Ini dengan Pemda

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:30 WIB
KTT G-7 JERMAN

Jokowi Bertemu Macron & Modi, Bahas Situasi Ukraina Hingga Soal Pangan

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Anggota DPR Ini Minta Kejelasan Soal Waktu Implementasi Pajak Karbon

berita pilihan

Rabu, 29 Juni 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

WP Bingung Pilih Pembetulan SPT atau PPS Jelang Deadline, Ini Kata DJP

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:00 WIB
KPP PRATAMA BONTANG

KPP Kirim Whatsapp ke Ribuan WP, Isinya Data Harta dan Imbauan PPS

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

PPATK Selesaikan Analisis Pidana Pencucian Uang, Kasus Pajak Dominan

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Contoh Pemberian Hibah Antar-Perusahaan yang Dikenai Pajak Penghasilan

Rabu, 29 Juni 2022 | 11:39 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

CHA TUN Pajak: Pengadilan Pajak Independen Meski di Bawah Kemenkeu

Rabu, 29 Juni 2022 | 11:01 WIB
DATA PPS HARI INI

PPS Sisa Sehari! Harta yang Diungkap Wajib Pajak Capai Rp452,9 Triliun

Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Ajak Masyarakat Ungkap Harta, Denny Cagur: Mumpung Ada PPS

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP & Bank BUMN Teken Perjanjian Soal Interoperabilitas Data dan KSWP