DEPOK, DDTCNews - Tax Center Universitas Gunadarma telah merampungkan rangkaian Gunadarma Tax Competition 2026 pada Selasa (20/1/2026). Dalam lomba debat antar-perguruan tinggi seluruh Indonesia ini, PKN STAN berhasil meraih gelar juara pertama. Sementara posisi juara kedua diduduki oleh Universitas Indonesia (UI). Keduanya berhasil mengalahkan lebih dari 30 tim lainnya yang mengikuti babak penyisihan.
Di posisi Juara I, PKN STAN diwakili oleh tim SAW yang berhasil membawa pulang hadiah uang tunai Rp3 juta. Sementara tim dari UI sebagai Juara II diwakili oleh tim Elbrit yang memboyong hadiah Rp2 juta. Dalam sesi grand final hari ini, kedua tim saling mempertahakan argumennya dengan 2 mosi debat.
Mosi debat pertama adalah 'Penerapan Global Minimum Tax akan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang'. Sementara mosi debat kedua adalah 'Pemberlakuan pajak penghasilan (PPh) final 0,5% bagi UMKM perlu ditinjau ulang untuk mendorong reindustrialisasi ekonomi Indonesia'.
Babak final Gunadarma Tax Competition 2026 berlangsung sangat dinamis. Kedua tim, baik dari PKN STAN dan UI sama-sama memiliki kapasitas unggul dalam menyampaikan dan mempertahankan argumentasinya.
Dewan Juri Gunadarma Tax Competition, Prof. Dharma Tintri Ediraras, mengakui bahwa kedua tim yang berhasil melaju ke babak final memiliki pemahaman tentang pajak yang sangat baik. Alhasil, 2 mosi debat pun berhasil diperdebatkan secara lugas.
"Saya melihat kedua tim memenuhi kriteria penilaian dewan juri, yakni matter, method, manner. Kedua tim juga berhasil membawakan argumentasinya dengan baik," kata Prof. Dharma yang juga menjabat sebagai Kepala Program Doktor Bidang Ekonomi Universitas Gunadarma.
Sementara itu Dewan Juri lainnya, Sapto Andika Candra, juga melihat bahwa debat kali ini berhasil menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki ketertarikan yang kuat di bidang pajak. Tim dari PKN STAN dan UI terlihat tangguh dalam mempertahankan argumentasinya dan berhasil memberikan alternatif solusi atas setiap permasalahan yang masuk dalam mosi debat.
"Alur debat ini sangat menarik. Topiknya sendiri cukup berat, seperti global minimum tax, sehingga menuntut masing-masing tim menggali literatur dan dasar argumen yang valid. Tentu itu tidak mudah. Namun, mereka berhasil membuktikan bahwa mereka mampu," kata Sapto yang juga menjabat sebagai Chief Editor DDTCNews.
Sebagai informasi, acara Gunadarma Tax Competition ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan ulang tahun ke-10 Tax Center Universitas Gunadarma. Selain lomba debat, agenda lainnya yang digelar adalah Taxtok Edu Short Movie, Tax Challange 2026, serta The Comedy Clash.
Ketua Tax Center Universitas Gunadarma Dr. Benny Susanti berharap seluruh agenda kompetisi yang digelar bisa menjadi wadah bagi calon-calon ahli pajak masa depan untuk mengasah kemampuannya. (sap)
