JAKARTA, DDTCNews - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia bertumbuh tipis sebesar 0,2% pada November 2025.
Posisi utang luar negeri Indonesia pada November 2025 tercatat US$423,8 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan utang luar negeri pada November 2024 yang senilai US$423,2 miliar.
"Secara tahunan, utang luar negeri Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 0,2%, melambat ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,5%, dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan utang luar negeri sektor publik," tulis BI dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Utang luar negeri pemerintah tercatat bertumbuh sebesar 4,7% dengan nilai uang mencapai US$209,8 miliar akibat pergerakan kepemilikan SBN di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
"Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, utang luar negeri tetap dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional," tulis BI.
Utang luar negeri swasta pada November 2025 tercatat mencapai US$191,2 miliar, terkontraksi sebesar 1,3% bila dibandingkan dengan utang luar negeri swasta pada November 2024.
Secara sektoral, sektor swasta dengan utang luar negeri terbesar antara lain sektor manufaktur, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan. Kontribusi keempat sektor dimaksu terhadap utang luar negeri mencapai 80,5%.
Menurut BI, struktur utang luar negeri Indonesia saat ini tetap sehat, tercermin pada rasio utang luar negeri terhadap PDB yang sebesar 29,3%.
"Dalam rangka menjaga agar struktur utang luar negeri tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan utang luar negeri," tulis BI. (rig)
