Berita
Selasa, 20 April 2021 | 17:40 WIB
KABUPATEN TULUNGAGUNG
Selasa, 20 April 2021 | 17:33 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Selasa, 20 April 2021 | 17:26 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Selasa, 20 April 2021 | 16:52 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Review
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Minggu, 18 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP PAPUA DAN MALUKU ARRIDEL MINDRA:
Fokus
Data & Alat
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Reportase
Perpajakan.id

World Bank Sebut Utang RI Masuk 10 Besar Dunia, Ini Tanggapan Kemenkeu

A+
A-
5
A+
A-
5
World Bank Sebut Utang RI Masuk 10 Besar Dunia, Ini Tanggapan Kemenkeu

Gedung Kementerian Keuangan. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan memastikan pengelolaan utang Indonesia tetap hati-hati dan terukur meski World Bank menempatkan Indonesia dalam daftar 10 negara dengan utang luar negeri terbesar di dunia.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Rahayu Puspasari menilai pemeringkatan utang luar negeri oleh World Bank tidak tepat karena menyandingkan Indonesia dengan negara-negara berpendapatan kecil dan menengah. Menurutnya, Indonesia saat ini telah masuk dalam 20 negara dengan ekonomi terbesar dunia.

"Pada paparan perbandingan, terlihat utang Indonesia di antara negara-negara tersebut terhitung besar karena ekonomi Indonesia masuk dalam kelompok negara G-20 pada urutan ke-16," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga: DJP Rilis Daftar Yurisdiksi Partisipan AEoI Terbaru

Rahayu mengatakan struktur utang luar negeri Indonesia tetap didominasi utang berjangka panjang, yang memiliki pangsa 88,8% dari total utang luar negeri. Dengan catatan tersebut, ia menilai pemerintah masih mengelola utang luar negeri secara hati-hati dan akuntabel.

Menurut Rahayu, posisi utang luar negeri Indonesia (tanpa BUMN dan swasta) relatif rendah hanya 29,8% per Desember 2019 jika dibandingkan dengan 10 negara dalam laporan World Bank yang sebagian besar utang luar negeri pemerintahnya di atas 50%.

"Sementara posisi Indonesia jauh di bawahnya," ujarnya.

Baca Juga: Ada Relaksasi PPnBM, Penjualan Mobil Honda Melesat 265%

Berdasarkan laporan Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI), posisi utang luar negeri pemerintah pusat hingga Desember 2019 sebesar US$199,88 miliar, atau 49% dari total utang luar negeri Indonesia yang terdiri atas utang pemerintah pusat, BUMN dan swasta.

Menurut Rahayu, pemerintah akan berkoordinasi dengan BI untuk memantau perkembangan utang luar negeri dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.

Sebelumnya, World Bank merilis laporan bertajuk International Debt Statistics 2021, dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-6 negara berpendapatan rendah menengah dengan utang luar negeri terbesar. Selain Indonesia, peringkat itu juga diisi Argentina, Brazil, India, Meksiko, Afrika Selatan, Thailand, Turki, serta Rusia.

Baca Juga: Ekspor Membaik, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Telah Bangkit

World Bank juga memperlihatkan tren utang luar negeri Indonesia selalu meningkat dalam 1 dekade terakhir. Pada 2009, utang luar negeri Indonesia tercatat US$179,4 miliar, naik menjadi US$307,74 miliar pada 2015, dan US$318,94 miliar pada 2016.

Pada 2017, posisi utang luar negeri Indonesia tercatat US$353,56 miliar, kemudian menjadi US$379,58 miliar pada 2018, dan US$402,08 miliar pada 2019. (rig)

Baca Juga: OECD: PPN atas Sharing and Gig Economy Perlu Segera Dirumuskan
Topik : utang luar negeri, world bank, kementerian keuangan, utang pemerintah pusat, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 16 April 2021 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 16 April 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 16 April 2021 | 12:00 WIB
UTANG LUAR NEGERI
Jum'at, 16 April 2021 | 10:48 WIB
SERBIA
berita pilihan
Selasa, 20 April 2021 | 17:40 WIB
KABUPATEN TULUNGAGUNG
Selasa, 20 April 2021 | 17:33 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Selasa, 20 April 2021 | 17:26 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Selasa, 20 April 2021 | 16:52 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 20 April 2021 | 16:17 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 16:01 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Selasa, 20 April 2021 | 15:30 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Selasa, 20 April 2021 | 15:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 15:03 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH