WASHINGTON D.C., DDTCNews - Amerika Serikat (AS) berencana mengenakan bea masuk sebesar 200% atas impor anggur (wine) dan sampanye dari Prancis.
Bea masuk dimaksud merupakan ancaman yang dilayangkan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai respons atas Prancis yang menolak untuk bergabung dalam Board of Peace bentukan Trump.
"Saya akan mengenakan bea masuk 200% atas wine dan sampanye mereka, dan dia akan bergabung, tetapi dia tidak harus bergabung," ujar Trump, dikutip pada Rabu (21/1/2026).
Board of Peace adalah organisasi internasional yang diinisiasi oleh Trump sejak September 2025. Organisasi tersebut dibentuk dengan tujuan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Namun, belakangan Trump dalam undangannya kepada para pemimpin negara menyatakan bahwa Board of Peace bertujuan untuk mengakhiri seluruh konflik dunia secara umum. Setidaknya terdapat kurang lebih 60 pemimpin negara yang menerima undangan dari Trump untuk bergabung dalam Board of Peace.
Dalam draf piagam Board of Peace, setiap negara yang bergabung dalam organisasi dimaksud wajib memberikan kontribusi senilai US$1 miliar. Dengan kontribusi tersebut, suatu negara akan menjadi anggota Board of Peace selama 3 tahun.
"Board of Peace adalah organisasi internasional yang bertujuan untuk mempromosikan stabilitas, menciptakan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, serta menciptakan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terdampak atau terancam konflik," bunyi draf piagam Board of Peace.
Negara yang sudah menyatakan bersedia untuk bergabung dalam Board of Peace antara lain AS selaku ketua, Argentina, Albania, Kanada, Kazakhstan, Paraguay, Uzbekistan, dan Vietnam. (dik)
