Review
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP HESTU YOGA SAKSAMA:
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & alat
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 15 JULI - 21 JULI 2020
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Outlook Defisit APBN Melebar Lagi, Perpres 54/2020 Bakal Direvisi

A+
A-
8
A+
A-
8
Outlook Defisit APBN Melebar Lagi, Perpres 54/2020 Bakal Direvisi

Ilustrasi. Gedung Kemenkeu. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah akan segera merevisi Peraturan Presiden No.54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020 lantaran outlook defisit kembali melebar hingga 6,27% terhadap PDB.

Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan rencana revisi Perpres tetap memerlukan pembahasan dengan Komisi XI DPR. Dia menyebut pembahasan perdananya dijadwalkan setelah Idulfitri, yaitu 26 Mei 2020.

"Konsultasi dengan DPR itu yang akan menjadi basis keputusan pemerintah," katanya melalui konferensi video, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga: Bagaimana Kinerja Penerimaan PPN di Negara-Negara OECD?

Saat ini, pemerintah masih menyiapkan beberapa rincian perubahan APBN, termasuk belanja kementerian, lembaga, serta transfer ke daerah.

Dalam Perpres 54/2020, defisit anggaran melebar menjadi senilai Rp582,9 triliun atau 5,07% terhadap PDB. Penerimaan negara ditargetkan Rp 1.760,9 triliun dan pagu belanja dipatok senilai Rp2.613,8 triliun. Simak artikel ‘Postur APBN 2020 Direvisi Karena Pandemi Corona, Ini Perinciannya’.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan outlook APBN akan kembali melebar akibat pandemi virus Corona. Defisitnya diproyeksikan mencapai Rp1.028 triliun atau 6,27% terhadap PDB. Simak artikel ‘Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Mencapai 6,27% terhadap PDB’.

Baca Juga: Begini Kondisi Penerimaan Pajak di Calon Ibu Kota Baru

Pendapatan negara diproyeksi hanya Rp1.691,6 triliun. Penerimaan perpajakan diperkirakan mengalami kontraksi 9,2% atau hanya Rp1.404,5 triliun. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan hanya mencapai senilai Rp286,6 atau terkontraksi 29,6%.

Sementara dari sisi belanja, nilainya diperkirakan melonjak hingga Rp2.720,1 triliun. Penambahan belanja sebesar Rp106,3 triliun tersebut di antaranya disebabkan oleh penambahan kompensasi Rp76,08 triliun pada PT PLN dan PT Pertamina.

Selain itu, pemerintah juga memperbesar pemberian stimulus fiskal, misalnya berupa subsidi bunga UMKM termasuk (UMi) senilai Rp34,2 triliun, diskon tarif listrik menjadi 6 bulan Rp3,5 triliun, tambahan bantuan sosial Rp60 triliun, serta cadangan stimulus Rp60 triliun.

Baca Juga: Mengoptimalkan Fungsi Pajak

Sebagai informasi kembali, realisasi pendapatan negara per akhir April 2020 tercatat senilai Rp548,8 triliun atau tumbuh 3,1% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp532,2 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 31,2% dari target APBN 2020 senilai Rp1.760,4 triliun.

Di sisi lain, belanja negara per April 2020 tercatat senilai Rp624,0 triliun atau 23,9% dari pagu Rp2.613,8 triliun. Realisasi belanja negara itu hanya tumbuh negatif 1,4% dibandingkan penyerapan per akhir April tahun lalu yang senilai Rp632,6triliun.

Dengan performa pendapatan negara dan belanja negara itu, defisit APBN tercatat mencapai Rp74,5triliun atau 8,7% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp852,9triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 0,44% PDB. Simak artikel ‘Duh, Penerimaan Pajak Per Akhir April 2020 Masih Turun 3,1%’. (kaw)

Baca Juga: Dirjen Pajak Ibaratkan Ada Perfect Storm 2020, Apa Itu?
Topik : APBN 2020, defisit anggaran, penerimaan pajak, Perpres 54/2020
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 05 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:13 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
Kamis, 02 Juli 2020 | 12:15 WIB
PEMBIAYAAN APBN
berita pilihan
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 15 JULI - 21 JULI 2020
Rabu, 15 Juli 2020 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 14 Juli 2020 | 19:19 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:13 WIB
TPA MODUL RAS
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:06 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:45 WIB
KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:33 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:13 WIB
EFEK VIRUS CORONA