SIDOARJO, DDTCNews ā Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Jawa Timur II menggelar forum silaturahmi dan dialog perpajakan bertajuk Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global dalam rangka memperingati Hari Pajak 2026.
Forum ini dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, Ditjen Bea dan Cukai, asosiasi, perguruan tinggi, media, serta wajib pajak di wilayah Kanwil DJP Jawa Timur II.
"Hari Pajak merupakan momentum untuk memperkuat sinergi antara DJP dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan penerimaan negara," kata Plh Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Agung Yudha Hadiyanto, dikutip pada Kamis (9/7/2026).
Hingga saat ini, lanjut Yudha, pajak masih tetap menjadi tulang punggung penerimaan negara. Pada tahun ini, kontribusi pajak terhadap pendapatan negara sudah mencapai 74,7% atau menyumbang senilai Rp2.357,7 triliun.
Sementara itu, Kanwil DJP Jawa Timur II mendapatkan tugas untuk mengumpulkan penerimaan pajak senilai Rp36,37 triliun. Hingga awal Juli 2026, penerimaan pajak neto di Kanwil DJP Jawa Timur II sudah tumbuh 25,11%.
"Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kepatuhan sukarela dan perluasan basis pajak," ujar Yudha.
Selanjutnya, otoritas pajak akan terus mengedepankan perluasan basis sebagai strategi utama dalam mewujudkan sistem perpajakan yang adil, berkelanjutan, dan mampu mendukung ketahanan fiskal nasional.
Yudha berharap forum silaturahmi dan dialog perpajakan ini memperkuat sinergi yang sudah terjalin antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi profesi, media, dan masyarakat.
Menurutnya, forum tersebut merupakan wujud komitmen DJP untuk terus membuka ruang dialog, membangun kepercayaan publik, dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. (rig)
