[Academy] TP Intragrup Jasa Juli 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
ENGLISH NEWS
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
APBN 2026

Belanja Meningkat, Defisit APBN 2026 Bakal Melebar Jadi 2,85% dari PDB

Muhamad Wildan
Selasa, 07 Juli 2026 | 16.30 WIB
Belanja Meningkat, Defisit APBN 2026 Bakal Melebar Jadi 2,85% dari PDB
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Rapat tersebut membahas laporan pelaksanaan APBN semester I dan prognosis semester II tahun 2026. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan defisit anggaran pada tahun ini bakal melampaui pagu yang telah ditetapkan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan defisit anggaran pada tahun ini diproyeksikan mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB. Persentase tersebut lebih tinggi ketimbang rencana awal senilai Rp689,1 triliun atau 2,68% dari PDB.

"Berdasarkan outlook pendapatan dan belanja negara tersebut, outlook defisit APBN tercatat Rp734,3 triliun," kata Purbaya dalam rapat penyampaian Laporan Semester (Lapsem) I APBN 2026 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (7/7/2026).

Defisit yang meningkat utamanya disebabkan oleh belanja negara yang diperkirakan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu belanja pada APBN 2026 yang hanya senilai Rp3.842,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat diperkirakan mencapai Rp3.245,5 triliun atau 103% dari pagu, sedangkan transfer ke daerah diperkirakan mencapai Rp696,9 triliun atau 100,6% dari pagu.

"Outlook belanja ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemda," ujar Purbaya.

Outlook belanja di atas sudah memperhitungkan tambahan belanja senilai Rp132 triliun untuk pembayaran subsidi dan kompensasi energi.

Pada saat yang sama, pendapatan negara pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target senilai Rp3.153,6 triliun.

Pelampauan target pendapatan negara didukung oleh PNBP yang diperkirakan bisa mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target senilai Rp459,2 triliun. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.