Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
 
Review
Sabtu, 16 Juni 2018 | 17:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 17 Mei 2018 | 15:42 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN BOEDIARSO TEGUH WIDODO
Kamis, 17 Mei 2018 | 14:27 WIB
SURAT DARI KELAPA GADING:
Fokus
Literasi
Kamis, 14 Juni 2018 | 15:31 WIB
KAMUS PAJAK
Selasa, 05 Juni 2018 | 10:34 WIB
PROFIL PAJAK KOTA MAKASSAR
Kamis, 31 Mei 2018 | 13:50 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI RIAU
 
Data & alat
Rabu, 06 Juni 2018 | 13:43 WIB
KURS PAJAK 6-26 JUNI 2018
Rabu, 30 Mei 2018 | 10:49 WIB
KURS PAJAK 30 MEI-5 JUNI 2018
Rabu, 23 Mei 2018 | 09:58 WIB
KURS PAJAK 23-29 MEI 2018
 
Komunitas
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:48 WIB
FAN BINGBING
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:30 WIB
LOMBA MENULIS
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
 
Reportase

Bersiap Lagi Kencangkan Ikat Pinggang

0

JAKARTA, DDTCNews — Berita rencana pemangkasan belanja tahap II guna mengantisipasi shortfall pajak tersebar di  sejumlah media cetak nasional, Kamis (19/5). Ada pula kekhawatiran tentang ekonomi global yang belum membaik yang menggerus penerimaan, sehingga ikat pinggang perlu kembali dikencangkan.

Selain itu, berita tax amnesty masih menyedot perhatian. Kali ini, Menkeu Bambang P.S. Brodjonegoro akhirnya mengomentari usulan kenaikan tarif tebusan. Apakah pernyataan Menkeu itu efektif meredam desakan sejumlah kalangan untuk menaikan tarif tebusan itu? Berikut ringkasan berita selengkapnya:

pilihan redaksi

 

  • Khawatir Shortfall, Pemerintah Siapkan Pemangkasan Belanja Tahap II

Pemangkasan anggaran belanja tahap II dilakukan dengan pertimbangan perkembangan ekonomi global yang belum membaik. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan penerimaan pajak.

  • DPR Prioritaskan RUU Tax Amnesty

Pada masa sidang ke-V 2016, DPR akan memutuskan RUU Tax Amnesty pada rapat paripurna 14 Juni 2016.

  • Tebusan Bertarif 2-3 Persen

Menkeu berpendapat pengenaan tarif tebusan tax amnesty sebaiknya disederhanakan, 4-6% untuk pengajuan koreksi pajak normal dan 2-3% untuk yang melakukan repatriasi modal.

  • Return Obligasi Indonesia Terbaik di Asia

Obligasi Indonesia berbasis dolar AS membagikan keuntungan sekitar 12,1%, ini yang tertinggi di Asia. Inflasi rendah dan tingginya yield jadi daya tarik obligasi Indonesia.

  • BI Pertahankan Bunga Acuan 6,75%

Perubahan suku bunga acuan (BI Rate) baru akan dilakukan BI bersamaan dengan pergantian instrumen acuan suku bunga menjadi BI seven day reverse repo rate pada Agustus 2016.

  • Sinkronisasi Kebijakan Impor Miras

Menekan maraknya impor miras, pemerintah melakukan sinkronisasi kebijakan impor miras melalui tarif bea masuk MFN (Most Favourable Nation) dan tarif bea cukai.

  • Ditjen Pajak Desak Percepatan RPM Layanan Aplikasi

DJP mendesak Kemkominfo untuk segera merampungkan RPM tentang penyediaan Layanan Aplikasi berbasis Internet agar seluruh pemain over the top (OTT) dan e-commerce asing dapat dikenakan wajib bayar pajak.

  • Ekonomi Jepang Melesat

Perekonomian Jepang kuartal I tumbuh dengan laju tercepat dalam setahun karena peningkatan konsumsi. Jepang merilis data PDB yang naik 1,7% sepanjang Januari-Maret 2016, melampaui perkiraan rata-rata pasar 0,2% dan rebound 1,7% dai kontraksi para  kuartal sebelumnya.

  • Menjaga Keyakinan Pasar

Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS diyakini akan terjadi 3 kali sepanjang 2016. Kondisi pasar dan perekonomian AS cukup mendukung dan akan meringankan beban bank sentral untuk melakukan pengetatan moneter. (Bsi)

 

  • Khawatir Shortfall, Pemerintah Siapkan Pemangkasan Belanja Tahap II

Pemangkasan anggaran belanja tahap II dilakukan dengan pertimbangan perkembangan ekonomi global yang belum membaik. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan penerimaan pajak.

  • DPR Prioritaskan RUU Tax Amnesty

Pada masa sidang ke-V 2016, DPR akan memutuskan RUU Tax Amnesty pada rapat paripurna 14 Juni 2016.

  • Tebusan Bertarif 2-3 Persen

Menkeu berpendapat pengenaan tarif tebusan tax amnesty sebaiknya disederhanakan, 4-6% untuk pengajuan koreksi pajak normal dan 2-3% untuk yang melakukan repatriasi modal.

  • Return Obligasi Indonesia Terbaik di Asia

Obligasi Indonesia berbasis dolar AS membagikan keuntungan sekitar 12,1%, ini yang tertinggi di Asia. Inflasi rendah dan tingginya yield jadi daya tarik obligasi Indonesia.

  • BI Pertahankan Bunga Acuan 6,75%

Perubahan suku bunga acuan (BI Rate) baru akan dilakukan BI bersamaan dengan pergantian instrumen acuan suku bunga menjadi BI seven day reverse repo rate pada Agustus 2016.

  • Sinkronisasi Kebijakan Impor Miras

Menekan maraknya impor miras, pemerintah melakukan sinkronisasi kebijakan impor miras melalui tarif bea masuk MFN (Most Favourable Nation) dan tarif bea cukai.

  • Ditjen Pajak Desak Percepatan RPM Layanan Aplikasi

DJP mendesak Kemkominfo untuk segera merampungkan RPM tentang penyediaan Layanan Aplikasi berbasis Internet agar seluruh pemain over the top (OTT) dan e-commerce asing dapat dikenakan wajib bayar pajak.

  • Ekonomi Jepang Melesat

Perekonomian Jepang kuartal I tumbuh dengan laju tercepat dalam setahun karena peningkatan konsumsi. Jepang merilis data PDB yang naik 1,7% sepanjang Januari-Maret 2016, melampaui perkiraan rata-rata pasar 0,2% dan rebound 1,7% dai kontraksi para  kuartal sebelumnya.

  • Menjaga Keyakinan Pasar

Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS diyakini akan terjadi 3 kali sepanjang 2016. Kondisi pasar dan perekonomian AS cukup mendukung dan akan meringankan beban bank sentral untuk melakukan pengetatan moneter. (Bsi)

Topik : berita pajak hari ini, berita ekonomi hari ini, penerimaan pajak
artikel terkait
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:59 WIB
KABUPATEN BANYUMAS
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:55 WIB
REKRUITMEN HAKIM PAJAK
Kamis, 14 Juni 2018 | 15:41 WIB
KOMPETENSI KONSULTAN PAJAK
0