KABUPATEN BERAU

Pajak Daerah 2025 Tak Capai Target, Pemkab Bakal Gencarkan Pengawasan

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 15 Januari 2026 | 08.30 WIB
Pajak Daerah 2025 Tak Capai Target, Pemkab Bakal Gencarkan Pengawasan
<p>Ilustrasi.</p>

TANJUNG REDEB, DDTCNews - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mencatat realisasi pajak daerah sepanjang Januari hingga Desember 2025 senilai Rp143,62 miliar.

Kinerja penerimaan pajak daerah tersebut hanya mencapai 81,83% dari target yang dipatok Rp175,51 miliar. Kepala Bapenda Berau Djupiansyah Ganie mengaku ada beberapa sektor pajak yang realisasinya rendah.

"Secara umum realisasi pajak daerah sudah berjalan cukup baik, meskipun memang masih ada beberapa jenis pajak yang belum optimal dan menjadi perhatian kami ke depan," ujarnya, dikutip pada Kamis (15/1/2026).

Djupiansyah melaporkan ada 4 pungutan pajak daerah yang belum optimal seperti pajak reklame yang hanya terealisasi Rp338,76 juta atau 56,46% dari target sebesar Rp600 juta. Lalu, pajak air tanah hanya terkumpul Rp65,42 juta atau 43,62% dari target Rp150 juta.

Berikutnya, realisasi pajak mineral bukan logam dan batuan senilai Rp109,77 juta atau hanya 18,30% dari target Rp600 juta. Pajak jasa parkir pun capaiannya rendah, hanya Rp167,58 juta atau 41,90% dari target Rp400 juta.

Kemudian, pajak sarang burung walet realisasinya paling rendah, yakni senilai Rp49,56 juta atau 3,30% dari target Rp1,5 miliar.

Sementara itu, sektor pajak sisanya justru melampaui target. Contoh, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) terealisasi Rp4,56 miliar atau 101,12% dari target Rp5,50 miliar. Setelahnya, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) terealisasi Rp17,35 miliar atau 108,48% dari target Rp16 miliar.

Kemudian, penerimaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) sebagian menorehkan hasil yang cukup memuaskan walaupun ada pula yang tidak mencapai target. Misal, PBJT makanan dan minuman terealisasi Rp28,62 miliar atau mencapai 79,51% dari target Rp36 miliar.

Sementara itu, PBJT tenaga listrik tembus Rp32,53 miliar atau 106,56% dari target Rp30,53 miliar, serta PBJT perhotelan Rp9,81 miliar atau 130,8% dari target Rp7,5 miliar.

Kemudian, PBJT atas jasa kesenian dan hiburan juga melampaui target cukup signifikan, yakni Rp1,40 miliar atau 1448% dari target Rp970,01 juta. Lalu, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) baru terealisasi Rp18,69 miliar atau 55,38% dari target Rp33,76 miliar, serta opsen BBNKB hanya Rp28,89 miliar atau 68,8% dari target Rp42 miliar.

Djupiansyah mengatakan Bapenda akan terus melakukan evaluasi dan menggencarkan pengawasan, serta intensifikasi pemungutan pajak daerah. Rangkaian kegiatan ini akan dilakukan, terutama pada sejumlah sektor yang realisasinya masih rendah.

"Kami akan memperkuat pendataan, pengawasan, dan sosialisasi kepada wajib pajak agar penerimaan pajak daerah ke depan bisa lebih optimal," katanya dilansir berauterkini.co.id. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.