JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah merancang target penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp316,6 triliun pada tahun anggaran 2027, turun 5,77% dibandingkan dengan target APBN 2026 sejumlah Rp336 triliun.
Pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan kepabeanan dan cukai tahun depan agar bisa mencapai target melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya ialah rencana intensifikasi penerimaan melalui kebijakan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan bea masuk.
"Optimalisasi penerimaan negara dilakukan melalui intensifikasi kebijakan tarif CHT dan tarif bea masuk komoditas tertentu," tulis pemerintah dalam Buku Nota Keuangan dan RAPBN 2027, dikutip pada Selasa (18/8/2026).
Selain itu, optimalisasi penerimaan bea dan cukai tahun depan akan ditempuh dengan melakukan ekstensifikasi barang kena cukai (BKC) dan memperluas basis penerimaan bea keluar komoditas tertentu sesuai dengan perkembangan perekonomian terkini dan daya beli masyarakat.
Berikutnya, pemerintah berencana memperkuat nilai pabean dan pengembangan klasifikasi barang yang adaptif. Kemudian, optimalisasi penerimaan juga dilakukan dengan memperkuat program kolaboratif (joint program) Kementerian Keuangan.
Pemerintah memandang perkembangan penerimaan kepabeanan dan cukai turut dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya dinamika kebijakan pemerintah, tingkat konsumsi masyarakat, serta perkembangan perdagangan internasional.
"Dengan memperhatikan perkembangan kinerja, kebijakan teknis, dan pengaruh ketidakpastian perekonomian global, penerimaan kepabeanan dan cukai pada RAPBN 2027 diperkirakan mencapai Rp316,6 triliun, turun 1,2% dibandingkan dengan outlook 2026," ulas pemerintah.
Secara terperinci, penerimaan kepabeanan dan cukai terdiri atas 3 komponen, yaitu cukai, bea masuk dan bea keluar. Pada RAPBN 2027, penerimaan cukai ditargetkan sejumlah Rp235,26 triliun, naik 0,4% dibandingkan dengan outlook 2026 senilai Rp234,4 triliun.
Lalu, target penerimaan bea masuk didesain senilai Rp54,50 triliun, tumbuh 2,7% dari outlook 2026 sejumlah Rp53,1 triliun. Sementara itu, target penerimaan bea keluar ditetapkan Rp26,82 triliun atau anjlok 19% dari outlook 2026 senilai Rp33,1 triliun. (rig)
