JAKARTA, DDTCNews - Badan Anggaran (Banggar) DPR berharap defisit anggaran pada tahun depan bisa ditekan lebih rendah dari besaran yang sudah disepakati senilai Rp671,16 triliun atau 2,40% dari produk domestik bruto (PDB),
Wakil Ketua Banggar Muhidin Mohamad Said berpandangan defisit anggaran masih bisa ditekan ke level yang lebih rendah melalui peningkatan penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
"Defisit kita kan 2,4% [dari PDB] ya. Jadi, kami berharap kalau semua ini nantinya sesuai dengan target, pendapatan di sektor perpajakan dan PNBP itu juga bisa naik, jadi Insyaallah ke depan itu bisa lebih kecil lagi," katanya, dikutip pada Minggu (27/9/2026).
Dalam pembicaraan tingkat I atas RAPBN 2027, pemerintah dan Banggar DPR telah menyepakati target pendapatan negara senilai Rp3.435,1 triliun, naik dibandingkan dengan usulan awal pemerintah senilai Rp3.426,03 triliun.
Sebagai perincian, target pendapatan negara dalam RAPBN 2027 tersebut terdiri dari penerimaan pajak senilai Rp2.593,35 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sejumlah Rp318,6 triliun, dan PNBP senilai Rp522,48 triliun.
Pagu belanja negara disepakati naik dari usulan awal senilai Rp4.097,19 triliun menjadi senilai Rp4.106,26 triliun. Pagu belanja terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp1.556,89 triliun, belanja non-K/L Rp1.814,36 triliun, dan transfer ke daerah senilai Rp735 triliun.
Keseimbangan primer pada RAPBN 2027 telah disepakati senilai negatif Rp20,85 triliun, sedangkan pembiayaan negara disepakati senilai Rp671,16 triliun.
Postur pada RUU RAPBN 2027 yang telah disepakati oleh pemerintah dan Banggar DPR dalam pembicaraan tingkat I akan dibawa ke rapat paripurna untuk ditetapkan sebagai UU APBN 2027. (rig)
