[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
RAPBN 2027

Tanggapi Pidato Prabowo, SBY: Jaga Betul Kesehatan Fiskal Kita

[DDTCNews] Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 | 08.30 WIB
Tanggapi Pidato Prabowo, SBY: Jaga Betul Kesehatan Fiskal Kita
<p>Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan kepada pemerintah Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa menjaga kesehatan fiskal.

Menurut SBY, pemerintah perlu memastikan agenda pembangunan yang telah disampaikan dalam pidato kenegaraan dapat diimplementasikan secara konsisten, termasuk dengan menjaga kondisi fiskal.

"Saya hanya ingin berpesan teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus," kata SBY dalam video yang diunggah di akun Youtube pribadinya, dikutip pada Senin (17/8/2026).

Sebagai informasi, pemerintah dalam RAPBN 2027 mengusulkan target pendapatan negara senilai Rp3.426 triliun, sedangkan belanja negara Rp4.097,2 triliun. Dengan postur tersebut, defisit anggaran pada tahun depan didesain senilai Rp671,2 triliun atau 2,4% dari PDB.

SBY mengatakan perhatian terhadap fiskal menjadi penting di tengah besarnya agenda pembangunan yang hendak dijalankan pemerintah. Pemerintah tidak hanya dituntut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kesehatan keuangan negara.

Dia pun mengingatkan agar pelaksanaan kebijakan pemerintah tidak diwarnai penyimpangan. Evaluasi terhadap kebijakan, lanjutnya, perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari manajemen pemerintahan.

"Jangan ada penyimpangan di sana-sini. Setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan. Karena begitulah manajemen pemerintahan," ujarnya.

Di sisi lain, SBY menilai blueprint dan agenda pembangunan pemerintah pada 2027 makin baik dan jelas. Dia melihat sejumlah sasaran yang diusung pemerintah sejalan dengan harapan masyarakat, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur.

"Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internasional. Tetapi apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat, karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia," katanya.

SBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% yang dinilainya cukup tinggi dan ambisius. Meski demikian, dia menilai target tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

Dia merujuk pada pengalamannya saat memimpin Indonesia selama 10 tahun. Menurut SBY, rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 6% pada periode tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6% memang Alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis. Tetapi GDP, termasuk income per capita meningkat secara tajam," tuturnya.

Meski memberikan apresiasi terhadap arah pembangunan pemerintah, SBY mengingatkan bahwa tantangan untuk merealisasikan target tersebut tidak ringan. Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu bekerja secara optimal agar target dan agenda yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar dapat diwujudkan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.