KAIRO, DDTCNews - Pemerintah Mesir menyiapkan paket insentif pajak untuk mendorong lebih banyak perusahaan besar mencatatkan sahamnya di Egyptian Exchange (EGX). Salah satu insentif yang ditawarkan ialah kredit pajak bagi perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO).
Menteri Keuangan Mesir Ahmed Kouchouk mengatakan perusahaan yang melantai di bursa akan memperoleh kredit pajak sebesar 15% dari pajak terutang dalam SPT Tahunan selama 3 tahun. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak perusahaan go public sekaligus meningkatkan likuiditas pasar modal.
"Kami ingin menarik lebih banyak perusahaan besar dan berpengaruh untuk tercatat di bursa, sekaligus mendukung perusahaan yang sudah menjadi emiten agar dapat terus berkembang," kata Kouchouk, dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Selain memberikan kredit pajak, pemerintah juga akan mengganti skema pajak atas capital gain dengan bea meterai. Langkah tersebut ditempuh untuk mengurangi beban pajak investor, mendorong aktivitas investasi, dan meningkatkan frekuensi perdagangan di pasar modal.
Tak hanya itu, pemerintah turut memangkas tarif bea meterai dari 0,125% menjadi 0,05% bagi investor nonresiden. Menurutnya, kebijakan ini akan menciptakan perlakuan perpajakan yang lebih adil antara investor domestik dan asing.
Dalam paket kebijakan yang sama, pemerintah membebaskan market maker dari kewajiban membayar bea meterai atas transaksi efek yang tercatat di bursa. Insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas sekaligus memperbaiki efisiensi pasar.
Kouchouk menjelaskan paket kemudahan perpajakan tersebut disusun setelah pemerintah melakukan diskusi intensif dengan pelaku usaha, perwakilan sektor swasta, dan para pelaku pasar.
Dia menegaskan pasar modal memiliki peran strategis sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi dan sumber pembiayaan investasi. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menyederhanakan administrasi perpajakan, menekan biaya transaksi, meningkatkan likuiditas, dan menarik lebih banyak investor.
Menurutnya, sektor swasta tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Mesir. Pemerintah pun terus menjaga stabilitas ekonomi makro, memperluas peran swasta dalam investasi, serta menyiapkan paket insentif baru guna memperkuat daya saing dan iklim investasi negara tersebut.
Kouchouk mengeklaim berbagai indikator ekonomi Mesir menunjukkan perbaikan seiring dengan implementasi program reformasi pemerintah. Porsi investasi yang direalisasikan sektor swasta kini telah mencapai 60% dari total investasi nasional.
Selain itu, sektor manufaktur, pariwisata, komunikasi, dan teknologi informasi mencatatkan kinerja yang lebih kuat. Arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) juga melampaui US$13 miliar sepanjang Juli 2025 hingga Maret 2026.
Dilansir ahram.org.eg, Saat ini Mesir masih menjalankan program pinjaman senilai US$8 miliar bersama International Monetary Fund (IMF). Dalam program tersebut, pemerintah berkomitmen meningkatkan peran sektor swasta dalam perekonomian serta mengurangi dominasi negara dalam aktivitas ekonomi. Program tersebut dijadwalkan berakhir pada pertengahan Desember 2026. (dik)
