[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Prabowo Wacanakan Suntik Insentif untuk 1 Juta Motor Listrik

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 17 Agustus 2026 | 12.30 WIB
Prabowo Wacanakan Suntik Insentif untuk 1 Juta Motor Listrik
<p>Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah berencana memberikan insentif untuk mendukung produksi 1 juta unit motor listrik di dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan insentif tersebut bertujuan mendorong masyarakat beralih dari motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Selain meningkatkan adopsi kendaraan listrik, pemberian insentif diharapkan membuat harga motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ujarnya, dikutip pada Senin (17/8/2026).

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Dengan konsumsi BBM yang lebih rendah, kebutuhan impor BBM berpotensi turut berkurang.

Selain itu, insentif diperlukan untuk mendorong pengembangan ekosistem industri motor listrik nasional. Pemerintah, lanjutnya, ingin membangun industri tersebut dari hulu hingga hilir, mulai dari pabrik perakitan, industri baterai dan komponennya, perangkat lunak (software), hingga bengkel dan penyedia suku cadang.

"[Insentif turut] membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok, baterai, komponen baterai, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya. Kita telah memiliki hampir semua unsur dalam baterai untuk kendaraan listrik," kata Prabowo.

Prabowo menilai perkembangan ekosistem industri motor listrik nasional juga berpotensi menciptakan lebih banyak lapangan kerja sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Selain manfaat terhadap industri dan penyerapan tenaga kerja, Prabowo menyebut penggunaan motor listrik dapat menekan biaya transportasi masyarakat. Menurutnya, biaya penggunaan motor listrik dapat lebih rendah dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin.

"Bagi rakyat, ada penghematan biaya bagi keluarga mereka. Kita perkirakan mereka akan bayar lebih 50% lebih rendah dari pengeluaran mereka untuk motor BBM, bahkan nanti bisa turun [menjadi] hanya 30% dari biaya yang biasanya mereka keluarkan sekarang," kata kepala negara.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mematangkan kebijakan insentif untuk motor listrik, termasuk skema dan besaran insentif yang akan diberikan.

Dia menyebut pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran untuk mendukung pemberian insentif tersebut. Namun, dia belum memerinci besaran anggaran karena pemerintah masih melakukan penghitungan.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui, dan anggarannya sebetulnya sudah ada," ucapnya. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.