JAKARTA, DDTCNews - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) masih menyusun laporan keuangan konsolidasi tahun buku 2025.
Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan laporan keuangan per entitas BUMN yang baru saja diselesaikan dan diserahkan oleh BUMN-BUMN kepada Danantara.
"Laporannya masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai," kata Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Rohan Hafas, dikutip pada Jumat (3/7/2026).
Sejalan dengan itu, Danantara mengeklaim tak sedikit perusahaan BUMN yang mampu memperbaiki kinerja sejak berada dalam ekosistemnya. Contoh, Pupuk Indonesia dan Pelindo mampu mencatatkan kenaikan laba masing-masing sebesar 202% dan 169%.
Selanjutnya, Pertamina dan Adhi Karya tercatat mampu meningkatkan labanya masing-masing sebesar 80% dan 667%.
Terdapat pula 3 BUMN yang mampu mencetak laba setelah mencatatkan kerugian pada tahun sebelumnya, yakni Krakatau Steel, Kimia Farma, dan Semen Indonesia.
"Selain peningkatan kinerja BUMN, Danantara juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025," ujar Hafas.
Dia menambahkan bahwa sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional. Harapannya, langkah ini bisa menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.
Investasi strategis yang dijalankan antara lain pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Mekah serta proyek waste to energy (WTE).
"Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," tutur Hafas. (rig)
