JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat lembaga yudikatif sehingga masyarakat bisa mendapatkan keadilan.
Prabowo mengatakan perbaikan lembaga yudikatif dilakukan salah satunya dengan meningkatkan gaji para hakim secara signifikan. Dengan kesejahteraan yang meningkat, hakim menjadi tidak mudah disogok.
"Saya percaya dan yakin masalah korupsi, masalah ketidakadilan itu harus diselesaikan di yudikatif. Untuk itu, hakim-hakim harus kita hormati harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya tidak bisa disogok," katanya, dikutip pada Kamis (14/5/2026).
Saat ini, penghasilan hakim pada tingkat paling rendah di Indonesia sudah hampir 2 kali lipat dari gaji hakim tingkat terendah di Malaysia. Tahun lalu, Prabowo memang telah meningkatkan gaji hakim dimaksud sebesar 280%.
Ke depan, lanjut Prabowo, pemerintah juga akan meningkatkan gaji staf-staf nonhakim di lembaga yudikatif. Kementerian Keuangan ditugaskan untuk mencari sumber penerimaan guna mendanai peningkatan gaji tersebut.
"Menteri Keuangan [Purbaya Yudhi Sadewa] cari uang untuk semua petugas-petugas pengadilan harus juga naik gajinya," ujar Prabowo.
Dengan kesejahteraan yang meningkat dimaksud, Prabowo mendorong para hakim untuk memberikan keadilan kepada masyarakat melalui putusan-putusannya.
"Saya pesankan kepada semua hakim, ingat putusan-putusanmu akan dinilai oleh rakyat, putusan-putusanmu akan dipelajari. Jadi, yudikatif kita, kita perbaiki. Kemudian, eksekutif yang lain kita juga akan perbaiki semuanya," tuturnya. (rig)
