JAKARTA, DDTCNews - Badan Gizi Nasional (BGN) mendukung penuh langkah-langkah efisiensi anggaran yang diusung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan efisiensi diperlukan untuk memperkuat efektivitas dan akurasi dari belanja negara. Harapannya, anggaran yang dikucurkan bisa memberikan dampak lebih maksimal.
"BGN akan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kemenkeu yang dipimpin Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran efektif dan memberikan dampak maksimal," katanya, dikutip pada Jumat (29/5/2026).
Nanik memandang efisiensi anggaran merupakan momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) sehingga lebih tepat guna dan tepat sasaran.
"Prinsip utama kami memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan," ujarnya.
Ke depan, BGN akan terus berkoordinasi dengan Kemenkeu guna memastikan keberlanjutan MBG sebagai salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.
"Sinergi antara Kemenkeu dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," tutur Nanik.
Sebagai informasi, anggaran program MBG yang dialokasikan untuk BGN pada tahun ini tercatat Rp268 triliun. Hingga April 2026, belanja MBG sudah terealisasi Rp75 triliun, naik 35,53% dari periode yang sama tahun lalu.
Purbaya sebelumnya menuturkan bahwa anggaran MBG telah dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. "Penghematan tertentu sesuai ketentuan presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien," kata Purbaya. (rig)
