PEREKONOMIAN INDONESIA

Kemenkeu Jamin Ekonomi Masih Stabil, Ini Indikatornya

Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 03 Juni 2026 | 18.00 WIB
Kemenkeu Jamin Ekonomi Masih Stabil, Ini Indikatornya
<p>Ilustrasi. Gedung Kementerian Keuangan.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil ditopang oleh tingkat inflasi yang terkendali, PMI manufaktur yang kembali mengalami ekspansi, serta surplus neraca perdagangan.

Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu menjelaskan capaian tersebut merupakan sinyal positif yang menunjukkan pertumbuhan tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi.

"Pemerintah optimistis stabilitas ekonomi akan terus dapat dipertahankan, termasuk dengan berbagai upaya melalui bauran kebijakan yang responsif, antisipatif, dan terukur," tulis DJSEF Kemenkeu dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (3/6/2026).

Memasuki kuartal II/2026, DJSEF menilai beberapa indikator mencerminkan prospek ekonomi nasional yang tetap terjaga. Misal, aktivitas manufaktur kembali ke zona ekspansi dengan PMI Manufaktur meningkat ke level 50,0 pada Mei 2026, dari bulan sebelumnya kontraksi di level 49,1.

India masih menjadi salah satu negara dengan ekspansi manufaktur terkuat di level 55,0, disusul oleh Taiwan (56,1), Amerika Serikat (55,1), Jepang (54,5), dan Korea Selatan (54,8). Sementara itu, PMI manufaktur beberapa negara masih kontraksi seperti Malaysia (49,9), Myanmar (49,3), dan Prancis (49,7).

Berikutnya, neraca perdagangan Indonesia yang tetap surplus pada April 2026 juga mencerminkan ketahanan ekonomi dan kinerja ekspor. Kendati demikian, surplus neraca perdagangan makin mengecil menjadi senilai US$81,9 juta pada April 2026, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$160 juta.

Sementara itu, tingkat inflasi Mei 2026 naik ke level 3,08% karena dipicu harga pangan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,60%. Namun, DJSEF menilai perkembangan harga di dalam negeri masih terkendali dan akan terus ditinjau ke depannya.

DJSEF menyatakan ada beberapa upaya yang ditempuh untuk mengendalikan inflasi antara lain menjaga akses pangan masyarakat, serta mengantisipasi dampak rambatan dari gejolak ekonomi global karena masih tingginya harga minyak mentah dunia.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan. Contoh, kebijakan operasi pasar, intervensi harga, serta pengawasan distribusi untuk mencegah peningkatan volatilitas harga pangan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program stimulus ekonomi yang akan digelontorkan selama momentum liburan sekolah. Kebijakan stimulus ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pemerintah juga menyiapkan berbagai program stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, termasuk diskon tiket pesawat pada masa libur sekolah, di samping terus memastikan harga BBM subsidi tetap terjangkau," papar DJSEF. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.