JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan memasuki babak terakhir dalam perundingan kebijakan perdagangan terkait dengan tarif impor resiprokal.
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan berangkat ke AS pada 19 Februari 2026. Dalam kunjungannya, presiden akan meneken kesepakatan tarif impor resiprokal.
"Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART)," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (17/2/2026).
Haryo menyampaikan Kepala Negara telah menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk meninjau posisi kebijakan, serta mematangkan strategi negosiasi ekonomi. Presiden memastikan daya tawar Indonesia tetap kuat dan tidak merugikan kepentingan nasional.
Dalam rapat kabinet, presiden menegaskan hasil perundingan dan kesepakatan dengan AS harus memperkuat industri nasional. Lalu, meningkatkan produktivitas domestik, serta memperbesar kontribusi Indonesia dalam global supply chain.
"Hadirnya para menteri bidang ekonomi di Hambalang sebelum keberangkatan presiden merupakan bentuk konsolidasi akhir agar posisi Indonesia solid dalam perundingan. Kita harap akan ada kejutan-kejutan positif dari ART yang semakin menguntungkan Indonesia," kata Haryo.
Sementara itu, jajaran menteri yang hadir dalam rapat dengan RI-1 antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Lebih lanjut, Haryo tidak membeberkan kejutan positif yang dimaksud. Dia hanya menyampaikan substansi negosiasi tarif telah rampung dan kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting).
Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS. Sementara itu, AS akan menetapkan tarif resiprokal sebesar 19% dan memberikan pengecualian tarif untuk sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.
Selain penandatanganan ART, rangkaian kegiatan di Negeri Paman Sam juga mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan AS. Agenda ini merupakan salah satu bagian dari acara Penandatanganan ART antara Presiden RI dengan Presiden AS.
Selain agenda perdagangan, Prabowo juga akan berpartisipasi dalam KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026 di AS.
"Pemerintah memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama baru," jelas Haryo. (rig)
