AUSTRALIA

Demi Bertahan, Toko Buku di Australia Serukan Keringanan Pajak

Redaksi DDTCNews
Selasa, 23 Juni 2026 | 19.30 WIB
Demi Bertahan, Toko Buku di Australia Serukan Keringanan Pajak
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

SYDNEY, DDTCNews - Pengusaha toko buku di Australia menyerukan pemberian insentif pajak agar bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Ketua Australian Booksellers Association (ABA) Susannah Bowen mengatakan insentif pajak antara lain perlu diberikan atas sewa, upah, dan pembelian buku karya penulis lokal. Tak cuma keringanan pajak, asosiasi juga mendorong pemerintah negara bagian atau federal memberikan voucher kepada pelajar untuk dibelanjakan di toko buku lokal, serupa dengan voucher yang saat ini ditawarkan beberapa negara bagian untuk kegiatan olahraga.

"Menjalankan toko buku saat ini sangatlah menantang. Kami menghadapi persaingan dari supermarket yang memberi banyak diskon dan toko online yang bisa menjual buku dengan harga murah," katanya, dikutip pada Selasa (23/6/2026).

ABA mencatat saat ini hanya ada 600 toko buku yang beroperasi di Australia, turun dari 895 toko buku pada 2001.

Bowen menilai kebijakan fiskal perlu diarahkan untuk mendukung keberlangsungan usaha toko buku. Sebab selain menjual buku, kehadiran toko buku juga menjadi pusat komunitas bagi masyarakat lokal.

Dia mencontohkan toko buku lokal sering mengadakan peluncuran buku dan diskusi dengan pembaca, menyelenggarakan klub buku dan lokakarya menulis, memperkenalkan penulis baru, serta mengadakan acara yang mempromosikan literasi untuk anak-anak.

Menurutnya, setiap dukungan dari pemerintah akan sangat berarti bagi toko buku, termasuk pengurangan pajak properti atau mengizinkan toko buku untuk mengajukan hibah budaya komunitas lokal.

"Toko buku sangat luar biasa. Toko buku mendorong literasi dan kecintaan membaca, memperkenalkan pembaca pada beragam judul buku, dan melestarikan cerita-cerita Australia," ujarnya.

Senada, ahli penerbitan dari Universitas Melbourne Katherine Day menilai pemerintah federal harus mempertimbangkan untuk memberikan insentif pajak bagi toko buku. Terlebih, insentif serupa sudah diberikan untuk mendorong para produser membuat film di Australia.

Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan untuk menghapus pajak barang dan jasa sebesar 10% untuk buku-buku pendidikan dan buku anak-anak.

"Industri film mendapat keringanan pajak. Mengapa kita tidak bisa memberikan insentif pajak untuk industri buku? Ini bisa membantu toko buku independen dalam hal sewa, upah, dan biaya tambahan lainnya," katanya dilansir straitstimes.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.