[DDTCNews] Survei 2026
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PAJAK

Kemnaker Ajak Industri Maksimalkan Fasilitas Supertax Deduction Vokasi

Muhamad Wildan
Jumat, 31 Juli 2026 | 14.30 WIB
Kemnaker Ajak Industri Maksimalkan Fasilitas Supertax Deduction Vokasi
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas supertax deduction vokasi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan supertax deduction adalah langkah pemerintah untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

"Pengembangan kompetensi tenaga kerja tak boleh dilihat hanya sebagai biaya operasional perusahaan. Ini adalah investasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan perusahaan itu sendiri maupun bagi pertumbuhan ekonomi nasional," katanya, dikutip pada Jumat (31/7/2026).

Dengan fasilitas ini, wajib pajak bisa memperoleh pengurangan penghasilan bruto paling banyak 200% dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan vokasi, termasuk pelatihan dan pemagangan.

Masalahnya, pemanfaatan supertax deduction masih belum optimal mengingat hingga saat ini baru segelintir perusahaan yang sudah memanfaatkan insentif ini.

Merujuk pada Laporan Keuangan Ditjen Pajak (DJP) 2025, tercatat ada 39 wajib pajak yang sudah memanfaatkan supertax deduction vokasi. Nilai pemanfaatan insentif oleh 39 wajib pajak dimaksud mencapai Rp13,46 miliar.

Pada 2023 hingga 2025, tercatat ada 93 wajib pajak yang mengajukan permohonan pemanfaatan supertax deduction vokasi.

Barenbang Ketenagakerjaan Kemnaker pun berkomitmen untuk terus merumuskan strategi penguatan insentif dan meningkatkan pemanfaatannya. Harapannya, tenaga kerja yang berdaya saing dapat menjadi kunci dalam menopang pertumbuhan ekonomi

"Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pekerja, organisasi usaha, industri, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan praktik produksi di Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan siap bersaing secara global," ujar Anwar. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.