SEOUL, DDTCNews - Pemerintah Korea Selatan berencana untuk meninjau kebijakan insentif pajak berupa pengurangan PPh bagi pemuda-pemudi yang bekerja di sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Menteri Keuangan Koo Yun Cheol menilai keringanan PPh bisa membantu menggerakkan ekonomi di daerah. Menurutnya, hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memajukan berbagai wilayah, terutama di luar wilayah metropolitan Seoul.
Namun, pemerintah akan meninjau kebijakan tersebut baru memutuskan akan melanjutkan atau menyetop fasilitas pajak tersebut. "Kami akan meninjau penerapan insentif pengurangan tarif PPh dan periode berlakunya bagi para pekerja di sektor UKM," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Pemerintah Korea Selatan pertama kali memberikan pengurangan PPh sebesar 50% bagi kaum muda yang bekerja di UKM pada 2016. Insentif ini berlaku selama 3 tahun pertama masa kerja.
Berikutnya, pemerintah melanjutkan insentif pengurangan PPh guna mengerek tingkat penyerapan pekerja muda di dalam ngeri pada 2018.
Pada 2018, fasilitas pengurangan PPh ditingkatkan menjadi 90%. Kemudian, periode pemanfaatan juga diperpanjang menjadi 5 tahun, dan batas usia pekerja UKM yang bisa memanfaatkan fasilitas pengurangan PPh ditambah dari 29 menjadi 34 tahun.
Saat ini, pemerintah Korea Selatan masih memberlakukan pengurangan PPh sebesar 90% bagi para pekerja muda di UKM selama 5 tahun.
Menurut Koo, kelanjutan insentif PPh bagi pekerja di sektor UKM ini akan memberikan manfaat besar bagi tiap-tiap individu, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dengan pengurangan PPh, pendapatan bersih (take home pay) karyawan UKM bisa lebih besar. Selain itu, kesenjangan (gap) antara pendapatan pekerja UKM dan pekerja di perusahaan besar juga bisa lebih dipersempit. Kebijakan ini juga diyakini mendorong konsumsi para pekerja sektor UKM.
"Fokus kami adalah memberikan manfaat yang lebih besar kepada mereka yang berdomisili jauh dari Seoul, di mana kondisi kehidupan lebih menantang. Kami juga memastikan manfaat ini diberikan kepada pekerja, bukan kepada perusahaan," kata Koo, seperti dilansir koreatimes.co.kr. (rig)
