HARARE, DDTCNews - Pemerintah Zimbabwe akan memberikan pembebasan PPN atas ikan dan produk ikan guna mendorong konsumsi ikan pada masyarakat.
Pembebasan PPN juga bertujuan mendukung pertumbuhan sektor perikanan domestik. Meski demikian, kebijakan pembebasan PPN masih memerlukan persetujuan parlemen.
"Pemerintah berencana membebaskan PPN sebesar 15,5% atas ikan dan produk ikan lainnya untuk meningkatkan daya saing produsen lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor," bunyi pernyataan pemerintah, dikutip pada Jumat (5/6/2026).
Rencana pembebasan PPN tersebut disambut baik oleh pengusaha perikanan. Selama bertahun-tahun, PPN atas ikan dan produk ikan dianggap menjadi tantangan besar untuk mengembangkan sektor perikanan karena menyebabkan harga di konsumen mahal serta meningkatkan biaya produksi bagi petani.
Meskipun pakan ikan sudah dibebaskan dari PPN, pengenaan pajak atas produk ikan masih menciptakan inefisiensi di sepanjang rantai nilai, mengganjal daya saing, dan menghambat produksi lokal.
Pembebasan PPN atas ikan dan produk ikan pun diharapkan dapat menurunkan harga konsumen, meningkatkan keuntungan bagi petani, serta membuat ikan produksi lokal lebih mudah diakses oleh rumah tangga di Zimbabwe.
Pembebasan PPN atas ikan dan produk ikan dinilai menjadi reformasi penting bagi konsumen dan produsen karena bakal menarik lebih banyak investasi pada sektor perikanan. Kebijakan ini juga sejalan dengan rencana strategis pemerintah untuk mengembangkan industri perikanan menjadi sektor senilai US$2,37 miliar pada 2030.
Reformasi tersebut dapat secara signifikan memperkuat rantai nilai perikananan dengan menurunkan biaya produksi, mendorong peningkatan hasil produksi, serta membuat produk ikan lebih mudah diakses di pasar perkotaan maupun pedesaan.
"Ini adalah sinyal yang jelas bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung produksi lokal, ketahanan pangan, dan keberlanjutan mata pencaharian pedesaan," kata Ketua Asosiasi Produsen Ikan Zimbabwe Garikai Munatsirei dilansir heraldonline.co.zw. (dik)
