[Academy] EB_IC PI 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
SIDANG TAHUNAN MPR 2026

Prabowo Klaim Target Swasembada Pangan Terealisasi Lebih Cepat

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 14 Agustus 2026 | 11.08 WIB
Prabowo Klaim Target Swasembada Pangan Terealisasi Lebih Cepat
<p>Presiden Prabowo Subianto.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto mengeklaim telah menyelesaikan beberapa permasalahan di bidang pangan selama 21 bulan sejak dilantik sebagai kepala negara pada Oktober 2024.

Prabowo menyebut salah satu masalah yang dapat diselesaikan lebih cepat ialah swasembada untuk 8 komoditas pangan. Menurutnya, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun 1 tahun, lebih cepat dari target awal sekitar 4 tahun.

"Tahun ini, kita sudah swasembada 8 komoditas pangan, ada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," katanya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Namun, Prabowo mengakui pemerintah belum berhasil mencapai swasembada daging, terutama daging sapi dan kerbau. Dia pun menargetkan akan memperbaiki kondisi tersebut dan mengejar pencapaian swasembada daging dalam 6 tahun mendatang.

"Kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam 5-6 tahun ke depan," tuturnya.

Selain swasembada pangan, Prabowo mengungkapkan ada 5 langkah lainnya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan di dalam negeri selama 21 bulan terakhir. Itu mencakup menjalankan 121 kebijakan transformatif.

Dia menerangkan 121 kebijakan telah diteken sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, politik, hukum, dan lainnya.

"Sebagian masalah itu puluhan tahun tidak kita selesaikan. Artinya, kita bisa katakan satu kebijakan transformatif setiap 5 hari, demikian kerasnya menteri dan pembantu saya bekerja," ujar kepala negara.

Di samping itu, pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk. Menurut presiden, kebijakan tersebut berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20%, dan di sisi lain laba PT Pupuk Indonesia bisa melonjak 252,8%.

Kemudian, pemerintah juga berhasil melakukan swasembada energi melalui bahan bakar diesel B50 yang diluncurkan sejak 1 Juli 2026. Dengan adanya B50, Indonesia diharapkan tidak lagi mengimpor solar, dan bisa menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun.

Terakhir, Prabowo menyebut program makan bergizi gratis (MBG), bantuan sosial (bansos) digital, dan hilirisasi tetap berjalan lancar dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat, dan berdampak ke perekonomian.

"Ini bukan alasan untuk kita berpuas diri, ini rangsangan untuk kerja lebih keras lagi," katanya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.