JAKARTA, DDTCNews — BUMN di bawah Danantara diproyeksikan mampu menghasilkan dividen senilai Rp200 triliun pada tahun ini.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan proyeksi dividen dimaksud jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai dividen setelah dikurangi penyertaan modal negara (PMN) pada 2024 dan 2025.
"Pada 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Pada 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, naik 160%. Dividen BUMN pada 2026 ini diproyeksikan kembali naik menjadi Rp200 triliun tanpa ada PMN," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).
Kenaikan dividen sejalan dengan kenaikan laba BUMN dari tahun ke tahun. Pada 2024, laba BUMN tercatat mencapai Rp186 triliun. Pada 2025, laba BUMN diketahui naik hampir 2 kali lipat menjadi senilai Rp326 triliun.
"Oleh karena perbaikan yang kita kerjakan, pada 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3% dari 2024. Rp326 triliun adalah keuntungan tanpa permainan angka," ujar Prabowo.
Pada semester I/2026, terdapat beberapa BUMN yang mampu mencatatkan kenaikan laba secara signifikan. Sebagai contoh, laba PT Pupuk Indonesia tercatat naik sebesar 252,8% bila dibandingkan dengan semester I/2025. Laba tercatat mampu naik meski harga pupuk telah diturunkan sebesar 20%.
"Untung bersih PT Pertamina naik 86%, untung bersih Pegadaian naik 84,4%, untung bersih Pelindo naik 60,4%, dan untung bersih PTPN naik 54,4%," lanjut Prabowo.
Laba BUMN pada akhirnya akan digunakan untuk mempercepat hilirisasi melalui beragam proyek, mulai dari pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, smelter alumina, hingga waste-to-energy.
Tidak hanya itu, laba BUMN juga akan digunakan untuk membeli perusahaan terbaik dunia dan menggunakan intellectual property (IP) milik perusahaan tersebut.
"Kita akan membeli perusahaan terbaik dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, IP-nya, pasarnya, dan pengalamannya, sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," ujar Prabowo. (dik)
