DAVOS, DDTCNews - Hampir 400 jutawan dan miliarder dari 24 negara menyerukan kepada para pemimpin global untuk meningkatkan pajak bagi kalangan superkaya.
Seruan kenaikan pajak untuk orang superkaya ini ditandatangani oleh tokoh-tokoh terkenal termasuk aktor Mark Ruffalo, musisi Brian Eno, dan produser film Abigail Disney. Desakan tersebut mengemuka di tengah meningkatnya kekhawatiran orang-orang terkaya di dunia memanfaatkan uangnya untuk membeli pengaruh politik.
"Kami menyadari kekayaan ekstrem telah merenggut segalanya dari orang lain, tidak diragukan lagi bahwa masyarakat sedang berada di ambang kehancuran," bunyi seruan tersebut, dikutip pada Senin (26/1/2026).
Surat terbuka dari para jutawan tersebut dipublikasikan pada momentum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, pekan lalu. Dalam surat ini disebutkan segelintir oligarki global dengan kekayaan ekstrem telah membeli demokrasi, mengambil alih pemerintahan, dan membungkam kebebasan media.
Melalui surat terbuka, para jutawan mendesak pemimpin global mengambil peran untuk menghilangkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Salah satu kebijakan yang dapat diterapkan adalah mengenakan pajak lebih besar kepada orang superkaya.
Forbes melaporkan Donald Trump membentuk kabinet terkaya dalam sejarah AS setelah terpilih kembali sebagai presiden. Apabila diakumulasikan, kekayaan anggota kabinet Trump diestimasi mencapai US$7,5 miliar.
Sementara itu, sebuah jajak pendapat yang dilakukan untuk kelompok Patriotic Millionaires, yang berkampanye untuk menaikkan pajak bagi kalangan superkaya, menemukan 77% jutawan dari negara-negara G-20 berpikir individu yang sangat kaya bisa membeli pengaruh politik.
Survei yang melibatkan 3.900 orang di negara-negara G-20 dengan aset lebih dari US$1 juta ini juga menemukan sekitar 60% responden berpendapat Trump telah memberikan dampak negatif pada stabilitas ekonomi global. Kemudian, lebih dari 60% responden khawatir kekayaan ekstrem akan menjadi ancaman bagi demokrasi.
Selain itu, dua pertiga responden juga mendukung kenaikan pajak bagi kelompok superkaya untuk kemudian diinvestasikan pada perbaikan layanan publik.
Dilansir theguardian.com, organisasi nirlaba Oxfam juga menyerukan pengenaan pajak kekayaan pada WEF 2026. Organisasi ini melaporkan jumlah miliarder dunia sudah melampaui 3.000 orang pada 2025. (dik)
