[DDTCNews] Survei 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Airlangga Sebut Penguatan Kawasan Industri Jadi Kunci Tarik Investasi

Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 02 Agustus 2026 | 10.00 WIB
Airlangga Sebut Penguatan Kawasan Industri Jadi Kunci Tarik Investasi
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan terus mengembangkan kawasan industri yang makin kompetitif, sejalan dengan agenda hilirisasi, transisi energi, dan transformasi digital, serta mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi ke level 8%.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan kawasan industri menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi, terutama di tengah persaingan global.

"Kawasan industri menjadi penggerak bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Airlangga menyoroti sejumlah negara pesaing tengah menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari biaya tenaga kerja yang semakin tinggi, ketersediaan lahan yang semakin terbatas, hingga kebutuhan energi. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Berdasarkan survei Japan External Trade Organization (JETRO), sekitar 70% perusahaan yang berinvestasi di Indonesia memperoleh keuntungan dan menjadi yang tertinggi ketimbang sejumlah negara lain.

Kemenko Perekonomian mencatat ada 129 kawasan industri di Indonesia yang tersebar di 24 provinsi dengan total luas lahan sekitar 170.000 hektare. Berbagai kawasan industri tersebut telah menjadi lokasi bagi sekitar 10.400 industri manufaktur dan menyerap tenaga kerja sekitar 4,5 juta orang.

Untuk meningkatkan daya saing industri domestik, pemerintah juga mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pengembangan KEK merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), infrastruktur digital, serta pembangunan pusat data (data center).

Tidak hanya itu, Airlangga menyatakan pemerintah turut menginisiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Kerangka kerja tersebut mencakup pengembangan ekosistem digital dan AI yang diharapkan dapat memperkuat integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan terus menyempurnakan pengembangan kawasan industri agar kegiatan industri lebih tertata, memiliki ekosistem yang kuat, serta mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Airlangga menambahkan pemerintah akan terus meninjau sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri. Hal itu penting guna menjaga iklim investasi di dalam negeri makin kondusif.

"Jadi pemerintah berharap dengan adanya kawasan industri, ini tentu akan menjadi kawasan yang lebih tertata dan ekosistem akan lebih terjaga," tuturnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.