[DDTCNews] Survei 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
VIETNAM

Negara Tetangga Andalkan AI untuk Modernisasi Administrasi Pajak

Redaksi DDTCNews
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15.00 WIB
Negara Tetangga Andalkan AI untuk Modernisasi Administrasi Pajak
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

HANOI, DDTCNews - Otoritas pajak Vietnam mempercepat transformasi digital administrasi perpajakan dengan memanfaatkan big data dan artificial intelligence (AI).

Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan efektivitas administrasi pajak, menyederhanakan prosedur, serta menciptakan iklim usaha yang lebih transparan. Dengan modernisasi ini, otoritas pajak beralih dari model administrasi konvensional menuju pengelolaan perpajakan berbasis data dengan dukungan teknologi digital guna memperkuat pengawasan kepatuhan sekaligus meningkatkan layanan kepada wajib pajak.

"Kami sedang membangun sistem administrasi perpajakan yang modern dan cerdas dengan menjadikan data sebagai fondasi utama, serta memperluas penerapan AI dan manajemen berbasis risiko," ujar Wakil Direktur Departemen Pajak Vietnam Mai Son, dikutip pada Sabtu (1/8/2026).

Sejak awal 2026, otoritas pajak Vietnam telah memperluas penggunaan aplikasi eTax Mobile, meluncurkan chatbot berbasis AI bagi pelaku usaha rumah tangga dan wajib pajak orang pribadi, serta memastikan sistem e-faktur berjalan secara stabil.

Selain itu, otoritas juga membangun basis data wajib pajak terpusat, memperluas digitalisasi proses administrasi perpajakan, mengoperasikan portal informasi bagi penyedia jasa luar negeri, serta memperkuat sistem manajemen risiko melalui integrasi data dengan berbagai kementerian dan lembaga.

Dalam model baru tersebut, data e-faktur menjadi sumber informasi utama dalam administrasi perpajakan. Data tersebut akan dicocokkan dengan transaksi keuangan dan berbagai sumber data lain untuk menentukan kewajiban pajak secara lebih akurat, melakukan analisis risiko, serta menetapkan pemeriksaan hanya terhadap wajib pajak yang dinilai berisiko.

Setelah kerangka hukum sepenuhnya diselaraskan, otoritas juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku usaha daring yang belum terdaftar, belum melaporkan, atau belum membayar pajak.

Di sisi regulasi, Vietnam turut merevisi UU Administrasi Pajak guna mendukung modernisasi administrasi pajak. Revisi tersebut memberikan dasar hukum bagi penerbitan keputusan administrasi secara elektronik atau keputusan yang dihasilkan secara otomatis oleh sistem digital.

Ke depan, AI diproyeksikan memiliki peran yang semakin besar dalam pelayanan wajib pajak, pemrosesan administrasi, pemeriksaan, penegakan hukum, hingga percepatan proses restitusi pajak secara otomatis.

Dilansir vietnamnews.vn, otoritas menyatakan reformasi tersebut bertujuan menciptakan perlakuan yang lebih adil bagi seluruh pelaku usaha, melindungi hak wajib pajak, serta mendorong usaha rumah tangga berkembang secara lebih transparan dan berkelanjutan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.